Jaka, Jongos Gudang Elpiji Di Tarumajaya Ancam Wartawan

1217

dutapublik.com, BEKASI – Tidak terima adanya pemberitaan terkait Gudang Gas Elpiji Ilegal di sejumlah media, Bos besar dan salah satu Koordinator keamanan instruksikan cari wartawan bikin down dan intervensi sejumlah Gudang Gas Elpiji Ilegal yang berada di wilayah Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi.

Bahkan kegiatan tersebut telah diketahui Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri. Secara spontan, melakukan pengosongan gudang pada Senin 2 Agustus 2021, sontak menghentikan kegiatannya sementara, karena sudah diketahui Kabareskrim Mabes Polri.

Dengan telah diketahuinya keberadaan beberapa Gudang Ilegal yang dipakai untuk pengoplosan Gas Elpiji subsidi 3 Kg ke nonsubsidi 12 Kg, salah satu Koordinator keamanan yang mengaku bernama Jaka, ancam wartawan dan akan mendatangi rumah wartawan bersama 20 orang bayaran atas instruksi Bos Pemilik Gas Oplosan yang diketahui bernama Rumbo.

Beredarnya pesan singkat WhatsApp percakapan melalui pesan suara koordinator keamanan Jaka yang menginstruksikan dan membagikan nomor telpon sejumlah wartawan ke beberapa anggotanya.

“Monitor, untuk yang jaga, itu nomornya Feri sama Nopal suruh Bos gertak dia untuk tagih. Gara-gara dia, Bos pergi sekarang. Kita nagih gaji ke dia berdua, biar bagaimana pun gaji kita harus keluar, Elu harus bertanggung jawab gara-gara lu Bos kabur gua gak dapet gaji, yah. Semuanya yah, telponin tuh Feri sama Nopal. Ini perintah dari Bos. Semuanya gertak semuanya tuh. pokoknya lu bentak-bentak, lu apain kek dia, yang penting bikin dia down,” ungkap Jaka melalui pesan suara yang beredar ke sejumlah orang, pada Senin (2/8).

“Bilang Bos, Elu taunya Bosnya Gua. Entar kan dia nanya ke Gua, Gua bilang Bosnya Gua. Bos Gua haji Jaka, bicara Bos tanya aja haji Jaka. Intinya saya nagih janji, gara-gara Elu Gua gak dapat gaji. Jangan sebut nama siapa-siapa, sebut nama saya aja yah, sebut nama Bos Ente itu Ane yah. Tuntut aja gaji semuanya, selama Gua kerja udah Tiga Minggu bilang begitu. Gua digaji sebulan 6 Juta satu orang bilang begitu, kali 20 orang. 20 orang yah anak buah Gua 20 orang yah, Gua bilang sama Feri sama Nopal,” imbuh Jaka dalam pesan suara.

Keterangan Gambar 2 : Gudang Elpiji Di Tarumajaya Yang Diduga Melakukan Pengoplosan

Jaka menambahkan dalam pesan suara tersebut, bahwa saat ini Ia belum mendapatkan foto kedua wartawan tersebut. Namun yang penting, kata Jaka, alamat keduanya sudah diketahui.

“Kita gak dapat foto dia, entar gampang kalau dia gak bisa clearkan ke Bang Soni dan ke Bos kita, biar kita bisa buka lagi. Nah itu baru kita bareng datang ke rumahnya dia tinggal kumpulin aja 20 orang. Kalau bicara sekarang dia lagi telpon telponan ke Bang Soni, kebetulan Bang Soni sama Bos Gede lagi ada di rumah makan ini.”

“Itu perintah Bos tadi, bikin dia down biar dia jangan macem-macem, mentang-mentang dia Wartawan. Yang penting kita udah tau rumahnya dia di Kali Abang Ilir deket rumah Bini Mudanya Bokap. Tinggal kita kumpulin 20 orang, Bos modalin kita datang ke rumah Nopal, tetep kita digaji sama bos,” lanjut Jaka, masih melalui pesan suara WhatsApp yang beredar.

Selain itu, Jaka telah menghubungi ke salah satu Wartawan bernama Feri dengan bahasa ancaman. Bahkan meminta pertanggungjawaban atas pemberitaan di media online lantaran gudang milik Bosnya tersebut tutup dampak dari pemberitaan. Sehingga diketahui Bareskrim Mabes Polri.

“Ini gua Jaka haji Combo, anak buah Gua 20 orang belum digaji gara-gara elu gudang pada tutup. Bos Gua pada kabur. Besok Gua ke rumah lu yah, nagih gaji yah. Gara-gara elu berdua sama Nopal, Bos Gua kabur. Elu di mana, ayo ketemu lu ama gua Anjing,” ucap Jaka melalui telpon selulernya, pada Senin (2/8)

Jaka menuduh, wartawan mengupload video aktivitas gudangnya ke media sosial Youtube. Dengan dampak tersebut, pemilik gudang oplosan Elpiji pada kabur dan gudang tutup. Sementara, sejumlah wartawan hanya memberitakan bukan mempublish melalui Youtube. (SS)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *