dutapublik.com, KARAWANG – Pohon Gebang yang tumbuh subur di area Makam Syekh Quro Desa Pulokalapa Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat, banyak mengandung cerita unik tersendiri di kalangan masyarakat.
Di antara keunikan pohon Gebang, salah satunya adalah buahnya yang sering digunakan oleh para pengrajin lokal sebagai bahan Tasbih. Sehingga pohon Gebang tersebut identik dengan sisi Religiusnya.
Gebang adalah nama sejenis Palma tinggi besar dari daerah dataran rendah, dengan nama ilmiahnya adalah Corypha utan. Gebang akan tumbuh menjulang tinggi dengan batang lurus dari bawah sampai atas.
Akbiat tingginya pohon Gebang tersebut, akan sangat rentan terjadi roboh atau patah batangnya.
Seperti halnya pohon Gebang yang tumbuh di area Makam Syekh Quro, pada Sabtu (28/8) sekira pukul 17.00 WIB, ada satu pohon Gebang yang roboh menimpa bangunan Masjid setempat di bagian atap depannya.
Salah satu warga setempat yang tidak mau dipublikasikan namanya menuturkan, bahwa kejadian itu terjadi secara tiba-tiba.
“Saya kaget campur takut, ketika melihat kejadian itu, suara batang Gebang yang menimpa atap bagian utara Masjid suaranya keras sekali,” katanya.

Keterangan Gambar 2 : Pohon Gebang Yang Roboh
Di tempat terpisah, Sekdes Pulokalapa Anom Suara mengatakan, akibat kejadian tersebut, atap Masjid di area Makam Syekh Quro ambruk dan rata dengan tanah.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, hanya kerugian materil bangunan atap bagian depan masjid yang hancur,” ujarnya kepada media dutapublik.com pada Selasa (31/8) malam.
Anom menambahkan, bahwa saat kejadian, masyarakat di sekitar lokasi sedang tidak berada di dekat Masjid.
“Kejadian itu, sebenarnya tidak ada angin kencang dan tidak ada hujan, situasi normal seperti biasanya. Pohon Gebang itu tingginya kurang lebih 15 meter, menjulang tinggi lurus ke atas,” imbuhnya.
Sementara itu, Kades Pulokalapa Popon Patmawati, mengimbau kepada Pengelola Makam sebagai penanggung jawab harus memberikan perhatian lebih, agar tidak terjadi hal yang sama di kemudian hari.
“Pengelola harus lebih waspada dan lebih perhatian. Harus diinventarisasi semua pohon, biar nanti ketahuan pohon mana saja yang rawan roboh karena usianya.”
“Harus kerja nyata, demi keselamatan dan kondusifitas lingkungan Makam khususnya,” tegasnya. (Nendi Wirasasmita)





