dutapublik.com, KARAWANG – Pembangunan Jembatan Awang yang berlokasi di Dusun Tangkolo Rt 004/002 Desa Kedungjeruk Kecamatan Cibuaya membuat masyarakat pembayar pajak kecewa berat. Pasalnya anggaran pembangunan jembatan yang berasal dari uang rakyat tersebut berasal dari Bantuan Keuangan Pemprov Jawa Barat (Aspirasi Anggota DPRD Jabar Rahmat Toleng) lalu jembatan tersebut malah dibangun untuk digunakan sebagai akses kepentingan pribadi warga Kedungjeruk atas nama Awing.

Keterangan Gambar 2 : Jembatan Awang Yang Saat Ini Dipermasalahkan Warga Desa Kedungjeruk
Menyikapi hal ini, Kepala Desa Kedungjeruk, H. Rakman menjelaskan bahwa pihaknya tidak bisa berbuat banyak dengan kasus jembatan Awang tersebut. Pasalnya pihak desa tidak tahu menahu karena yang kasak kusuk mengurus aspirasi tersebut adalah Pengurus PAC PKB setempat.
“Jembatan Awang itu dari aspirasi bukan bangunan desa, lalu yang nanganin dinas dan aspirator. Untuk masalah ini saya ga bisa gimana gimana kan mereka yang punya kuasa yaitu PAC nya yang ngajukan,” ujar Rakman kepada dutapublik.com, beberapa waktu lalu.
Rakman juga mengaku dirinya selaku penguasa wilayah di Desa Kedungjeruk dikesampingkan dalam proses pembangunan Jembatan Awang.
“Saya juga ga hadir waktu survei yang Jembatan Pak Awing, mungkin ga ada gunanya saya,” ungkapnya.
Menurut Rakman yang baru menjabat Kades selama 4 bulan ini meyakini pembangunan jembatan Awang eksklusif untuk akses masuk ke rumah pribadi adalah murni kemauan darj Sdr. Awing.
“Lokasi aspirasi di situ ya pasti kemauannya Pak Awing, kalau kemauan pemborong kayaknya ga mungkin,” jelasnya.
Terkahir Rakman juga menerangkan bahwa Karang Taruna Desa Kedungjeruk merasa tidak senang dengan pembangunan Jembatan Awang karena uang rakyat senilai hampir Rp200 juta dimanfaatkan hanya untuk kepentingan pribadi Sdr. Awing.
“Iya Karang Taruna gak senang karena jembatan itu dibangun untuk kepentingan pribadi Awing,” pungkasnya. (wira/keling)






