dutapublik.com, KARAWANG Pembangunan Gedung 5, Lab Computer, Gedung Fasillom di Kampus Unsika, yang bernilai total Rp12 Miliar saat ini berstatus mangkrak. Pemborong proyek ini yang berinisial Haji R diketahui tak kunjung menyelesaikan pembangunan fasilitas Unsika yang diketahui berasal dari uang rakyat ini.

Direktur ACW, Ferry Alexi Dharmawan
Direktur ACW (Alexa Corruption Watch) Ferry Alexi Dharmawan kembali menyoroti mangkraknya pembangunan di Unsika. Apalagi kata Ferry, uang rakyat yang sudah diberikan kepada pemborong berinisial Haji R sudah full dibayarkan.
“Kami mendapat informasi pembayaran sudah full tapi anehnya pembangunan belum juga selesai alias mangkrak,” ucap FAD panggilan akrabnya.
Dan berdasarkan informasi yang FAD miliki, didapatkan temuan bahwa spek pembangunannya banyak ketidaksesuaian dengan ketentuan.
Untuk itu, FAD mendesak agar APH (Aparat Penegak Hukum) untuk mengambil tindakan tegas dan terukur, jika benar seperti itu bangunannya, sudah selayaknya bangunan dibongkar lalu dibangun ulang.
“APH juga harus mengusut udang di balik batunya, kenapa bangunan yang baru seperti itu tapi sudah dilunasi, ada apa?” pungkasnya. (uya)





