dutapublik.com, MEMPAWAH – Sholat Jum’at, merupakan kewajiban bagi mukmin laki-laki yang sudah baligh dan berakal untuk ditunaikan.
Pada Jum’at (24/12), Muhammad Wafir yang merupakan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Mempawah Jurusan Hukum Ekonomi Syariah sekaligus peserta KKS (Kuliah Kerja Lapangan) di minta oleh salah satu tokoh Agama untuk menjadi Khotif di Masjid Sabilul Huda yang berada di Dusun Propong Desa Toho Hilir Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat.
Dalam Khutbahnya, Muhammad Wafir mengajak kepada seluruh jamaah untuk mengucapkan Alhamdulillah dan selalu bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan baik itu nikmat iman, Islam dan kesehatan yang harganya sangat mahal.
“Oleh karena itu mari kita tingkatkan ketaqwaan kita sebagai bentuk kesadaran diri seorang hamba kepada Tuhannya bahkan bertaqwa merupakan solusi bagi orang-orang yang melaksanakannya.”
“Sebagaimana Allah SWT memberi tahu kepada kita melalui firman-Nya Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan jalan keluar baginya dan memberikan rezeki dari arah yang tidak di duga-duga, ujarnya.
Selain itu, Muhammad Wafir juga menegaskan bahwasanya orang-orang yang sudah meninggal dunia ingin dihidupkan kembali untuk berbuat kebaikan sebagaimana Allah nyatakan dalam Al-Qur’an Ya Robbi bangkitkan lah aku kembali. Di dalam ayat lain surah Al-munafikun juga dijelaskan Dan berinfaqlah kalian semua dari sebagian harta dan jabatan yang Allah berikan kepada kalian sebelum kematian menimpa kepada salah seorang diantara kamu.
Lanjutnya, karena apabila kematian sudah menjelang, Malaikat maut akan mencabut nyawa kita dan saat kita hidup di dunia pelit terhadap harta, tenaga dan jabatan yang Allah berikan maka ketika mereka meninggal dunia Mereka akan berkata Ya Allah tundalah ajalku Ya Allah tundalah. Anakku walau sebentar saja aku hanya ingin bersedekah dan aku akan menjadi orang sholeh.
Namun, dikatakannya, apabila kematian sudah datang dan Malaikat maut sudah mencabut nyawa, kita tidak akan ada penundaan dari Allah.
“Oleh karena itu selagi kita saat ini masih diberi kesempatan mari kita gunakan sebaik-baiknya untuk melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya,” imbuhnya.
Pertanyaannya, kenapa orang-orang yang meninggal dunia ingin dihidupkan kembali ke dunia hanya untuk bersedekah, ia tidak mengatakan untuk melaksanakan umrah atau melakukan puasa? Para ulama berkata karena pahala sedekah sangatlah dahsyat.
“Diantaranya yang pertama sedekah dapat meringankan sakaratul maut, yang kedua sedekah dapat menjadi lampu yang sangat terang di dalam kubur, yang ke tiga surga mempunyai delapan pintu dan hanya ada satu pintu yang bisa dimasuki oleh orang-orang yang gemar bersedekah, yang ke empat tanda-tanda amal ibadah seseorang diterima ialah ia sering berdekah dan yang ke lima yang paling sulit hisabnya ialah harta dari mana harta kita di dapat dan dipergunakan untuk apa.”
“Maka beruntunglah orang-orang yang menyisihkan sebagian hartanya untuk digunakan di jalan Allah. Ia sumbangkan ke Masjid, Musholla, Pesantren, berikan kepada fakir miskin anak yatim dan lain sebagainya,” pungkasnya. (Adul)





