dutapublik.com, BLORA – Dewan Pimpinan Pusat Dulur Ganjar Pranowo (DPP DGP) dan seluruh jajaran pengurus mengucapkan Selamat Natal 25 Desember 2021 kepada seluruh Umat Kristiani.
“Semoga kedamaian, kemakmuran senantiasa menyertai dan Selamat Tahum Baru 2022 kepada seluruh Relawan DGP se Indonesia juga luar negeri. Kesabaran dan ketekunan adalah kunci kesuksesan dalam mencapai tujuan DGP,” ucap Raden Zio Suroto, selaku Ketum DPP DGP, pada Sabtu (25/12).
Tak lupa dirinya menyarankan, agar Relawan DGP yang merayakan Natal dan tahun baru tetap mengikuti keputusan yang ditetapkan pemerintah baik pusat ataupun daerah dalam menghadapi libur Natal dan Tahun Baru.
“Jangan lupa kalau mau bepergian selalu Prokes dan sudah divaksin serta mematui protokol kesehatan. Saya dari Relawan Dulur Ganjar Pranowo meminta pertama, pemerintah pusat untuk memastikan seluruh tamu dari luar negeri yang mau masuk ke Indonesia di pintu masuk itu ketat, itu permintaan kami,” ujarnya.
lanjutnya, hal itu guna mengantisipasi masuknya varian baru virus Corona yakni Omicron yang mulai merebak. Ia menegaskan, Relawan yang dipimpinnya terus diimbau melakukan langkah preventif dan bantulah pemerintah baik pusat atau daerah untuk mempercepat vaksinasi seperti dilakukan DGP Kabupaten Pati yang dilakukan di Kecamatan Margorejo pada Jumat (24/12) sebanyak 600 san vaksin untuk masyarakat Pati.
“Tugasnya Relawan DGP di daerah, kata Raden Zieo Suroto, relawan selalu membantu pemerintah pusat atau Dmdaerah menggencarkan sosialisasi tentang pengetatan protokol kesehatan di masyarakat. Langkah itu dibarengi dengan membantu percepatan vaksinasi.”
“Relawan DGP di daerah punya tugas untuk melakukan percepatan mendorong masyarakat atau relawan vaksinasi dan tugas untuk melakukan sosialisasi penguatan pengetatan aturan tentang Prokes. Nggak bisa nggak, dan ini sudah mulai dipetakan oleh Relawan Dulur Ganjar Pranowo terkait dengan persiapan jelang pelaksanaan ibadah Natal dan perayaan Tahun Baru,” tukasnya.
Dirinya mengimbau Relawanya dalam melakukan Ibadah dan merayakan Tahun Baru taat imbaun pemerintah baik pusat ataupun daerah.
Ditambahkannya, langkah inisiatif tersebut mestinya tidak sulit dilakukan, apalagi setelah dua tahun pandemi berlangsung. Hal ini juga berlaku bagi umat agama selain Kristen dan Katholik, yang juga melakukan ibadah.
“Sementara untuk relawan yang mau wisata, kemal, hingga penyelenggaraan acara, aturannya mengikuti kebijakan yang sudah ada, yakni dengan memperketat prokes dan imbauan pemerintah pusat dan daerah,” pungkasnya. (Ysn)





