dutapublik.com, KARAWANG – Statement salah satu anggota DPR RI, yaitu Arteria Dahlan dari Fraksi PDI Perjuangan, yang meminta kepada Jaksa Agung untuk memecat seorang Kajati yang pada saat rapat menggunakan Bahasa Sunda, akhirnya mendapat aksi protes keras dari beberapa elemen masyarakat Jawa Barat.
Statement Arteria Dahlan tersebut menuai polemik, karena seluruh warga Sunda khususnya di Jawa barat merasa sakit hati dan terhina dengan ucapan Aretria Dahlan. Warga Jawa Barat menganggap Arteria Dahlan tidak pantas menjadi wakil rakyat, karena gaya bicaranya tidak mencerminkan figur seorang wakil rakyat yang terhormat.
Atas Statement Arteria Dahlan yang dianggap tidak terpuji tersebut, seluruh warga Kabupaten Karawang pada Jumat (21/1) melakukan aksi protes keras dengan menggelar aksi demo di gedung DPRD Kabupaten Karawang sebagai bentuk kekesalan terhadap Arteria Dahlan.
Beberapa Aliansi Warga Sunda Karawang bersatu, salah satunya adalah Aliansi Warga Sunda Karawang menuntut Arteria Dahlan mundur dari kursi DPR RI serta menyuarakan dan menuntut agar partai PDI Perjuangan memberikan sanksi kepada kader parpolnya tersebut.

Keterangan Gambar 2: Komunitas Siaga Bencana Saat Di Gedung DPRD Karawang
Dalam orasi tersebut diwakili oleh seluruh element masyarakat, baik itu dari Komunitas Sunda dan beberapa Ormas dan LSM yang ada di wilayah Kabupaten Karawang.
Adalah Agus Faisal, selaku Ketua KSB (Komunitas Siaga Bencana) dan sekaligus salah satu warga Asli Sunda dari daerah Purwasari Kabupaten Karawang, meminta agar Arteria Dahlan mundur dari gedung wakil rakyat.
“Oknum DPR RI tersebut agar diberhentikan dari keanggotaan DPR RI dan keluar dari Gedung Milik Rakyat, karena ucapannya bisa memecah belah warga Indonesia,” ujarnya kepada media dutapublik.com, saat aksi demo.
Menurut Agus Faisal, Arteria Dahlan tidak memiliki sikap seorang wakil rakyat.
“Padahal dia (Arteria Dahlan_red) wakil rakyat, tapi ucapannya tidak mewakili rakyat, malah menyakiti hati rakyat. Oleh karena itu kami minta Arteria Dahlan mundur dan segera keluar dari Gedung DPR RI, karena Gedung itu milik kami selaku rakyat Indonesia,” tegasnya. (A. Ridwan)





