LKS Alamanda Jenguk Nyai Suratmah Yang Terbaring Sakit

525

dutapublik.com, TANGGAMUS – Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS Alamanda) Kabupaten Tanggamus mengunjungi Nyai Suratmah (38) pengidap sakit Paru-Paru kotor dan pembekalan Hati, di Pekon Tanjung Anom Kecamatan Kotaagung Timur Tanggamus, pada Kamis (14/4).

Kunjungan tersebut sebagai bentuk kepedulian LKS Alamanda Tanggamus kepada masyarakat.

Dalam kunjungan Ketua LKS Alamanda Roswati mengatakan, bahwa kunjungan ini sebagai bentuk kepedulian dan silaturahmi terhadap Nyai Suratmah.

“Kita akan berupaya bersama sama untuk membantu Nyai Suratmah, untuk proses pengobatannya dan setelah kita tahu kronologisnya, untuk saat ini kita masih terkendala dengan administrasi kependudukannya seperti KK dan KTP karena masih berdomisili di Tangerang, dalam hal ini kita juga sudah sempatkan berkoordinasi dengan pihak Dukcapil Tanggamus, bukan tidak diurus tetapi belum keluar dari Dukcapil.”

“Bahkan kami juga sudah koordinasi dengan kawan-kawan Relawan yang ada di Kabupaten Tangerang untuk bantu ngurus di Dukcapil Kabupaten Tangerang Banten. Kalau untuk BPJSnya kita akan berupaya untuk mencari jalan keluarnya seperti apa agar tunggakan BPJSnya itu bisa terbayarkan,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Sumardi, selaku Kakon Tanjung Anom mengucapkan terima kasih kepada media karena sudah membantu dalam pemberitaannya dan juga kepada LKS Alamanda Kabupaten Tanggamus sudah berkunjung ke Pekon Tanjung Anom untuk mengunjungi Nyai Suratmah.

“Sementara ini kami dari Pekon akan berupaya terus tetapi masih terhalang BPJS yang masih ada tunggakan serta KK dan KTPnya masih berdomisili di Tangerang dan sudah kami urus sejak satu bulan yang lalu tapi terhalang proses yang dari Dukcapil Tangerang, Banten,” ucapnya.

M. Sidik selaku orang tua Nyai Suratmah mengucapkan terima kasih atas kunjungan LKS Alamanda berharap anaknya segera bisa dibawa ke rumah sakit untuk dirawat lagi.

“Terima kasih atas kunjungan LKS Alamanda yang sudah menjenguk anak saya yang sakit ini dan kami berharap anak kami bisa dibantu biaya pengobatannya dan bisa dirawat di rumah sakit,” tuturnya. (Sarip)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *