Giat 30 Menit Bincang Rekanita PC IPPNU Kubu Raya: ‘Mental Healt Pelajar Di Era Digital’

634

dutapublik.com, KUBU RAYA – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Kubu Raya gelar 30 Menit Bincang Rekanita Via Zoom Meeting, pada Rabu (20/4) Sore.

Kegiatan dihadiri langsung oleh ketua Pimpinan Pusat (PP) IPPNU Nurul Hidayatul Ummah selaku Narasumber dalam kegiatan, Ketua PC IPPNU Kabupaten Kubu Raya Novianti dan Demisioner Ketua IPPNU Kubu Raya 2017-2019 Deviani.

Kegiatan dibuka dengan Keynote Speaker dari Novianti dan dalam kesempatan ini Ia menyatakan, bahwa pentingnya menjaga Mental Healt di tengah perkembangan teknologi digital yang sangat signifikan.

“Mental Healt di sini adalah hal yang sangat sensitif sehingga amat sangat mudah tersentuh utamanya oleh perkembangan teknologi yang sangat signifikan, hal ini juga yang menjadi perhatian kami di PC IPPNU Kubu Raya dan salah satu upayanya adalah dengan mengadakan bincang Rekanita pada saat ini, karena saya rasa pelajar ini perlu mengenal apa saja pengaruh Era Digital terhadap mental healt tersebut,” ujarnya.

Selain itu juga dirinya menyampaikan ucapan terima kasih kepada ketua umum PP IPPNU yang telah berkenan bergabung dalam kegiatan tersebut.

“Saya dan kader IPPNU Kubu Raya tentunya sangat berterima kasih kepada Ketum Nurul Hidayatul Ummah yang sudah berkenan meluangkan waktu di tengah kesibukannya untuk bergabung bersama kami serta bersedia memberikan wawasan mengenai mental healt ini,” ucapnya.

Dalam materinya, Nurul H Ummah selaku Narasumber menjelaskan, bahwa Mental Healt dapat di pengaruhi oleh berbagai hal.

“Banyak sekali ya hal-hal yang dapat mempengaruhi Mental Healt di tengah era digital ini di antaranya lingkungan pertemanan yang tidak sehat. Kemudian kurangnya edukasi dan lain-lain sehingga menjadikan orang yang mengalaminya sangat rentan kehilangan semangat, mudah menyerah serta mudah insecure/minder dengan diri sendiri,” jelasnya.

Selain itu juga dirinya menuturkan, bahwa salah cara terbaik untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan Mental Healt ini adalah dengan memperdalam ilmu Agama.

“Bagaimana caranya agar bisa meminimalisir pengaruh era digital tersebut terhadap Mental Healt? Ialah dengan berpegang teguh serta memperdalam keilmuan Agama. Karena pada kenyataannya, Mental Healt itu mudah rusak ketika kita tidak memiliki keyakinan agama yang kuat maka di situlah Mental Healt ini mudah dirusak.”

“Contohnya terjadi ketika saya kuliah di London, itu banyak sekali Nahasiswa yang bunuh diri ketika menghadapi ujian semester karena mereka merasa seolah salah jurusan atau mungkin tidak mampu menguasai pelajaran. Dan ternyata kebanyakan dari mereka adalah penganut Atheis (tidak percaya Tuhan_red),” urainya.

Ditegaskannya, bergabung di IPPNU maupun IPNU ini mampu menjadi salah satu solusi dalam menjaga Mental Healt.

“Karena sesuai dengan cita-cita IPPNU, yakni membentuk pelajar yang bertaqwa, berakhlaqul karimah, berilmu serta berwawasan kebangsaan,” jelasnya.

Kegiatan yang dihadiri oleh kader IPNU IPPNU se Kubu Raya itu dilanjutkn dengan diskusi dan tanya jawab agar peserta juga dapat menanyakan perihal Mental Healt serta menyampaikan aspirasinya sebagai seorang pelajar yang notabene tidak bisa dipisahkan dengan teknologi digital.

Kegiatan ditutup dengan Clossing Statment dari Narasumber yang dilanjutkan dengan sesi poto bersama sebagai dokumentasi kegiatan. (Sofiyah Marzuki)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *