Pengurus Wilayah Fatayat NU Kalbar Sukses Gelar Webinar Harlah Ke-72

593

dutapublik.com, MEMPAWAH – Dalam rangka memperingati Harlah Fatayat NU yang ke 72, Pengurus Wilayah Fatayat NU Kalimantan Barat sukses mengadakan Webinar dengan Tema Adaptasi Perempuan untuk Bangkit dan Berdaya Pasca-Pandemi, pada Jumat (22/4).

Acara ini berjalan dengan sukses, yang dihadiri oleh kepala Kakanwil Kemenag Kalbar Drs. H. Syahrul Yadi, M.Si., Sekretaris Fatayat Pusat Hj. Margareth Aliyatul, M.M.Si., kepala BKKBN Provinsi Kalbar Muslimat, S.Sos., M.Si., Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar Evi Zuliska, S.K.M., M.Si. dan seluruh kader Fatayat NU perwakilan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat.

Umi Marzuqoh berharap, Harlah Fatayat NU ini bisa menjadi momentum bagi kader Fatayat NU khususnya di Kalimantan Barat.

“Kami berharap Harlah Fatayat NU ini bisa menjadi momentum bagi kader Fatayat NU khususnya di Kalimantan Barat yang sudah mulai tumbuh sampai pada pimpinan anak cabang Fatayat di beberapa Kabupaten/Kota yang sudah dibentuk, hal ini sebagai modal bagi Fatayat NU nantinya senantiasa berkiprah, mendukung, dan menyukseskan program-program pemerintah,” ujarnya.

Baca Juga:  Segenap Pemerintah Desa Kedung Waringin Dan RW 008 Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 H / 2025

Sementara, Syahrul Yadi sangat mengapresiasi agenda Webinar yang diadakan oleh PW Fatayat NU Kalimantan Barat.

“Saya sangat mengapresiasi tema yang diangkat dalam webinar ini, yakni Adaptasi Perempuan untuk Bangkit Berdaya Bersama setelah Pandemi. Mudah-mudahan melalui tema ini menjadi pemicu, menjadi dasar untuk bangkit dan berdaya secara bersama. Bangkit artinya Fatayat pernah jaya sebelumnya, Fatayat pernah hebat sebelumnya, jadi sekarang harus bangkit, kenapa? Artinya pernah jatuh sebelumnya.”

“Setidaknya jatuh pada saat dipukul oleh Covid-19, maka Fatayat hampir terhenti di beberapa kegiatan yang bersifat penting. Jadi, kontribusi utk masyarakat, perempuan, anak, pemerintah, sepertinya tidak maksimal karna pandemi. Makanya Fatayat mengambil judul untuk bangkit, bukan hanya sekedar bangkit tapi bangkit itu harus akselerasi pada kemampuan untuk melaju, afirmasi harus ada lompatan tidak boleh diam tidak boleh sekedar begitu saja tetapi memang harus semangat dan giat untuk bangkit,” katanya.

Baca Juga:  Anggota Sat Brimob Polda Jabar Evakuasi Pohon Tumbang Di Desa Sindanglaya Cipanas Cianjur

Menurut Syahrul Yadi , kalau islam memperjuangkan bangsa Indonesia dengan semangat 45, maka Fatayat juga harus bangkit dengan semangat 45 apalagi untuk berdaya, dan punya kekuatan mampu dipertimbangkan dan dihitung oleh organisasi lain, bangsa dan negara.

“Fatayat dibangkitkan  dengan sifat bersama, bersama dengan semua Jam’iyah Fatayat, bangkit secara profesional dan bermartabat,” tambahnya.

Acara ini terselenggara dengan baik dan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Dalam hal ini juga diramaikan oleh tiga narasumber, yaitu dari Kepala BKKBN Kalbar, Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar dan Pengurus Pusat Fatayat NU, serta satu moderator  yaitu Sahabat Putriana. (Fattihah)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *