dutapublik.com, BANDUNG BARAT – Sungguh sangat terharu mendengar teriakan pilu warga masarakat Desa Cipeundeuy Kecamatan Cipeundeuy Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Pada Rabu (8/6), awak media dutapublik.com mendatangi salah satu warga masyarakat Cipeundeuy bernama Sumarni, yang telah menerima manfaat bantuan bedah rumah yang telah diberikan oleh pemerintah kepada masarakat Cipeundeuy.
Diketahui, Sumarni tinggal bersama anak cucunya sekaligus sebagai tulang punggung keluarga. Ia menerangkan, bahwa dirinya menerima bantuan untuk rehab rumah bukan berbentuj uang tunai.
“Saya menerima bantuan bedah rumah ini dari partai Golkar dengan senilai 20 juta rupiah. Namun bantuan tersebut bukan berupa uang tapi berupa material,” sebutnya.
Sementara, Pengelola bantuan tersebut menerangkan, bahwa uang senilai Rp20 juta dibelanjakan Rp17 juta rupiah untuk material dan Rp2,5 juta rupiah untuk HOK. Uang HOK sendiria akan diberikan kepada si penerima bantuan setelah bangunan 40 persen.
Tapi yang disayangkan oleh si penerima manfaat, sekarang ini uang HOK yang dijanjikan oleh si pengelola belum juga diterima. Bahkan bangunan saat ini sudah hampir 75 persen. Sedangkan si penerima manfaat saat ini sangat kebingungan untuk membayar pekerja.
Bahkan Sumarni sendiri mendatangi pihak material untuk meminta bahan yang kekurangannya seperti kayu kaso tapi pihak material menerangkan, bahwa uang untuk pembelanjaan sudah minim sudah tidak ada lagi.
Akhirnya Sumarni sendiri kebingungan, dirinya khawatir jika misalnya rumahnya tidak selesai. Sedangkan uang yang ada di material sendiri dengan senilai Rp17 juta sudah habis, apalagi ditambah dengan uang untuk membayar pekerja belum juga terima oleh dirinya. (Endang Jatma)





