Bobroknya Proyek Jambanisasi Pekon Tugu Rejo, Oknum Cari Cuan Lewat Cara Busuk

494

dutapublik.com, TANGGAMUS –Pembangunan sanitasi jambanisasi/WC yang bersumber dari dana DAK melalui Dinas PUPR Kabupaten Tanggamus dengan tujuan untuk menciptakan lingkungan sehat dan bersih, namun berbanding terbalik fakta yang terjadi di Pekon Tugu Rejo Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus. Program tersebut dibangun terkesan asal jadi.

Pasalnya fakta di lapangan ada beberapa item jambanisasi yang belum bisa dipergunakan, karena tidak memiliki kran air. Bahkan ada juga dua penerima manfaat dibangun dan digabung dengan satu spitank, juga biliknya disatukan dengan dua pintu di belakang rumah tetangganya sendiri, bahkan digandeng untuk mengurangi satu tembok.

Menurut Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang enggan menyebutkan namanya, bahwa sanitasi miliknya dibangun tahun 2021 pada Selasa (28/6).

“Ya mas, itu benar dua, yang satu bantuan buat saya dan yang satu lagi punya adik yang di sebelah rumah. Dibangunnya di belakang rumah saya semua dan digandeng. Saya nurut aja karena itu sifatnya bantuan,” terangnya.

Saat awak media mencoba konfirmasi kepada Kepala Pekon Tugu Rejo di Kantor Pekon, bersangkutan belum datang. Lalu awak media mencoba konfirmasi di rumahnya, namun hanya bertemu dengan seorang bapak. Dan bapak itu pun sebut Maaf mas Kepala Pekon nya masih tidur. kapan-kapan datang lagi aja ya, ucapnya pada Rabu 29 Juni 2022.

Kemudian awak media mencoba konfirmasi ke Ketua KSM, namun ketua KSM nya tidak bisa ditemui bahkan terkesan menghindar dari awak media. Sudah beberapa hari awak media mendatangi rumah Ketua KSM yang diketahui bernama Sulaiman selalu tertutup, hanya bertemu tetangga dan istri saja.

“Bapak lagi ke Inspektorat mas, dampingi Kepala Sekolah pelaporan pajak sekolah untuk pelaporan pajak Sekolahan,” jelas istri dari Sulaiman, Kamis (30/6).

Lalu pada Jumat 1 Juli 2022 awak media mencoba kembali menemui Sulaiman di rumahnya, akan tetapi hasilnya nihil

Bukan hanya tidak ditemui oleh Sulaiman selaku Ketua KSM. saat awak media mengucapkan salam di rumahnya bukan dibukakan pintu dan dipersilahkan masuk, selayaknya tamu dipersilahkan masuk dan dihargai ini malah sebaliknya. Pintu dikunci dari dalam seolah-olah tak terima tamu dan diduga alergi dengan wartawan.

Di tempat terpisah tim media mencoba menggali informasi kepada Kepala Pekon Tugu Rejo, Eko Juliansyah tetapi lagi-lagi media mendapatkan kesulitan karena tiap kali ditemui di kantornya, Kakon Tugu Rejo tak pernah ada yang ada hanya aparatur pekon setempat.

Saat aparat pekon ditanya tentang keberadaan Kakon Eko Juliansyah, salah satu aparatnya menjawab masih di rumah. (Sarip)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *