dutapublik.com, TANGGAMUS – Demi terwujudnya lingkungan yang bersih, Dinas PUPR Kabupaten Tanggamus menggulirkan Program sanitasi jambanisasi/WC di beberapa Pekon yang ada di wilayah Kabupaten Tanggamus Lampung.
Pasalnya Program yang bertujuan untuk terciptanya lingkungan bersih dan sehat bagi masyarakat namun itu semua berbanding terbalik. Ditemukan kejanggalan di lapangan dalam realisasinya contoh kecil di Pekon Kampung Baru Kecamatan Pematang Sawa.
Banyak ditemukan Jambanisasi atau WC tersebut tidak sesuai dengan spek yang telah ditentukan seperti yang ada di Pekon Kampung Baru. Pembangunan ada yang menempel dengan tembok rumah dan itu masih dipertanyakan apakah memang seperti itu atau tidak dan dari segi ukurannya pun tidak sesuai baik dari ukuran dan juga dari nilai dana.
Menurut Gitarolis selaku ketua KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) Pekon Kampung Baru Kecamatan Pematang Sawa jumlah bantuan Jambanisasi/WC di desanya sebanyak 50 unit dan dari per unitnya menghabiskan anggaran sebesar Rp6 juta tiga ratus ribu. Adapun dana yang diterima Gitarolis selaku Ketua KSM sebesar 350 juta rupiah untuk keseluruhan program Jambanisasi.
“Jadi masyarakat penerima manfaat hanya menyediakan tempat, KSM lah yang mengerjakan masyarakat terima duduk per unit jambanisasi menghabiskan dana enam juta Ttiga ratus ribu rupiah,” ujar Gitarolis, beberapa waktu lalu.
Gitarolis mengatakan sebagai Ketua KSM Program Jambanisasi/WC Pekon Kampung Baru secara realisasinya sudah semua dibangun.
“Proses program jambanisasi itu sifatnya pemberitahuan dulu baru kita mengajukan proposal kepada yang memberitahu kami pada waktu itu ada namanya mas Pendi, dia memberikan informasi untuk mendapatkan bantuan WC ke warga, bahasanya untuk mewujudkan lingkungan bersih ada pun daftar warga penerima manfaat kita buatkan kami takutnya gak jelas,” ungkapnya.
“Dan juga saya ada pendamping dari PU untuk pembangunan jambanisasi WC tersebut ada pun untuk ukurannya jelas ada ukurannya lebar panjang dan tingginya kalau speknya sudah ada dari Dinas seperti lebar sekian kali sekian dan ukuran tinggi juga ada kalau untuk pendampingnya ada dua orang yaitu Embak Nayla sama Pak Mansyur mereka dari PUPR,” jelasnya.
Lalu untuk dana, Gitarolis mengaku menerima uang bukan matrial, dana itu ditransfer ke rekening Ketua KSM langsung. “Untuk di Pekon Kampung Baru kami menerima dana bantuan itu sebesar 350 juta warga penerima manfaat ada 50 penerima dalam satu unit WC nilainya kami total habis dana enam juta tiga ratus ribu rupiah,” beber Gitarolis
Lanjut Gitarolis untuk pembangunannya diserahkan ke tukang dan diborongkan untuk 50 unit jambanisasi sebesar Rp55 juta belum lagi dibelikan rokok dan ada lagi yang dikasih untuk Pendi 3 juta rupiah.
Sementara untuk ukuran spek volume dan dana satuannya untuk pembangunan jambanisasi itu sudah jelas aturannya yang ditentukan oleh Dinas PUPR. “Dalam hal ini bagi KSM yang membangun jambanisasi tersebut keluar dari spek yang sudah di tentukan oleh pihak dinas itu wajib untuk dipertanyakan,” tegasnya. (Sarip)





