Pembangunan Sanimas Desa Kamurang Diduga Tidak Sesuai Bestek

1409

dutapublik.com, CIANJUR – Pembangunan Sanitasi masyarakat (SANIMAS) desa Kamurang, kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sebanyak 35 bilik yang berlokasi di tiga kampung antara lain kampung Cibodas sebanyak 8 bilik, kampung Gandasoli sebanyak 4 bilik dan Kampung Pangkalan sebanyak 3 bilik.

Pembangunan Sanimas sebanyak 35 bilik tersebut, dengan sumber dana  APBN tahun 2022 sebesar Rp. 500.000.000,- (Lima Ratus Juta Rupiah), diduga tidak sesuai Bestek.

Berdasarkan fakta hasil temuan di lapangan dari beberapa sumber yang berhasil ditemui mengatakan, tidak tahu menahu mengenai berapa besaran anggaran pembangunan Sanimas tersebut, maupun sumber dananya dari mana, pasalnya tidak dipasang papan proyek di lokasi pembangunan. .

“Tidak tahu pak berapa anggarannya, karena tidak terpasang papan proyek, ” Kata waga yang tidak mau disebut namanya.

Lalu, warga juga mengatakan bahwa selain tidak terpasang papan proyek, pembangunan Sanimas  tersebut ada ditemukan beberapa kejanggalan, pasalnya dalam pengerjaannya tidak memakai besi tiang ataupun besi selup, tetapi hanya pasangan batu bata saja.

“pembangunan tersebut cuma satu unit yang memakai besi rangka tiang dan besi selup, sedangkan yang lainnya tidak pakai besi sama sekali, tapi hanya pasangan batu bata saja, ” ucapnya.

Ketua KSM Karya Mekar Uyan, saat dikonfirmasi terkait kebenaran temuan tersebut, ia mengatakan bahwa benar papan proyek belum dipasang, dengan alasan masih sibuk banyak pekerjaan.

” Ya papan proyek ada, cuma belum dipasang aja karena sibuk banyak kerjaan, jadi belum sempat, ” tuturnya.

Saat jurnalis menanyakan kebenaran adanya papan proyek tersebut benar-benar ada, ia menjelaskan bahwa papan proyek itu memang ada, tapi masih di dalam kantong, yang  tersimpan di samping rumah.

” Papan proyek ada, ini pak, di dalam kantong plastik, ” singkatnya. sambil menunjukan.

Terkait desas desus pembanagunan sanimas yang tidak menggunakan besi rangka tiang dan besi selup, ia juga membenarkan bahwa memang ada beberapa bilik yang tidak menggunakan besi selup, dengan alasan tempatnya sempit atau mepet.

” Ya benar ada sebanyak 3 unit yang tidak pakai besi, karena tempatnya sempit atau mepet, ” katanya mengakui.

Dari hasil investigasi di lapangan patut diduga pembangunan Sanimas di desa Kamurang tersebut, tidak sesuai Bestek, pasalnya sudah selama sebulan hari kerja, papan proyek tidak dipasang dengan alasan yang tidak logis.

Beberapa warga sekitar lokasi pembangunan mempertanyakan ada apa dengan pembangunan Sanimas tersebut, karena menurut warga sepertinya ada yang disembunyikan. (RS).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *