Tolak Keberadaan Restoran Bermenu Daging Anjing Di Kota Cirebon, Pegiat Sejarah “Menciderai Tatanan Budaya Kota Wali”

513

dutapublik.com, CIREBON – Beredar kabar akan adanya olahan menu makanan berbahan daging anjing di wilayah Kota Cirebon, Pegiat Sejarah Raden Hamzaiya mengutarakan kekecewaannya.

“Kota Cirebon ini walaupun penduduknya memang beragam agama, namun keberadaan Restoran yang menyediakan menu makanan daging anjing akan merusak nilai citra “Kota Wali” pada Cirebon, ” ujarnya.

Kecaman tersebut bukan tanpa alasan, akan tetapi dilandasi akan nilai sejarah serta serat budaya dan nilai ajaran keagamaan pada kota Cirebon, Cirebon ini merupakan sebuah kesultanan yang memang berasaskan Islam pada zaman era Syekh Syarief Hidayatullah dan hingga saat ini keberadaan Cirebon sebagai kota wali menjadi daya tarik Parawaisata untuk berkunjung ke Cirebon.

“Jelas ini akan merusak citra kota wali, dengan adanya informasi terkait tersebut akan berdampak pula pada kunjungan Parawaisata religi,” ujarnya.

Dijelaskannya, pegiat sejarah mempunyai hak untuk bicara menolak serta mengecam keberadaan restaurant dengan menu tersebut. 

“Kami pegiat sejarah mempunyai hak untuk berbicara dan mengecam adanya menu daging anjing yang secara terbuka ada di restoran tersebut,” tegasnya. 

Ia pun berharap kepada pihak pemerintah kota, untuk secara bijak menyikapi persoalan tersebut, sebelum menimbulkan dampak sosial yang lebih luas terutama berkenaan dengan iklim pariwisata religi di kota Cirebon. 

“Saya berharap jajaran pemerintah kota khususnya, untuk serius menangani persoalan ini sebelum berdampak pada kunjungan Parawaisata religi di kota Cirebon,” pungkasnya. (Hans). 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *