PJU Di Jalur Dua Kota Agung Dibiarkan Mati Total Sebulan Lamanya, Warga Keluhkan Gelapnya Jalan

430

dutapublik.com, TANGGAMUS – Seperti di dalam hutan, jalur dua Islamic Center Kota Agung dan jalan Ir. H. Juanda Lintas barat jalur dua hampir satu bulan Penerangan Lampu Jalan (PJU) di dua jalan tersebut dibiarkan mati pada Sabtu (17/12) Pukul 10:00 WIB.

Pasalnya, PJU di jalur dua Jalan Islamic Center Kota Agung itu sudah hampir sebulan ini gelap gulita, alias lampunya mati.

Menurut salah satu warga Kota Agung, gelapnya jalur dua jalan Islamic Center itu terjadi sudah hampir sebulan ini. Namun ia tak paham apa penyebabnya.

“Beberapa minggu yang lalu saya sering mondar mandir malam ke RS. Batin Mangunang, karena kakak saya dirawat disana. Namun suasana di jalan jalur dua itu nampak serem dan menakutkan karena dari depan pintu gerbang jalur dua sampai ke tiang penerangan yang ke 15 lampunya mati, entah apa itu penyebabnya,” ucapnya.

Ia juga merasa bingung kenapa sampai hari ini lampu itu tak kunjung menyala, padahal penerangan di jalan jalur itu sangat penting, mengingat itu adalah akses masyarakat menuju ke RSUD Batin Mangunang. Dengan matinya lampu jalan di jalan menuju Islamik ini sudah jelas membuat masyarakat pengguna jalan yang melintas menjadi tidak nyaman.

“Yang bikin saya heran kok bisa sampai sekarang lampu itu masih mati, padahal saya ingat sudah hampir sebulan dan penerangan di sana sangat lah penting,” umgkapnya

Saat dimintai tanggapannya terkait banyaknya lampu jalan yang mati,  Rohmansyah Kadiv Humas Ormas Gema Masyarakat Lokal (GML) DPD Tanggamus sangat menyayangkan. Ia sangat menyayangkan jika benar PJU di dua jalan jalur dua tersebut dibiarkan mati apa lagi hampir satu bulan gelap gulita.

“PJU jalur dua di Kota Agung itu gak banyak, masa ia lampu sebanyak itu bisa luput dari perhatian pihak terkait. Itukan ada dana pemeliharaannya, lalu kemana dana tersebut,” ungkapnya heran sambil menggeleng-gelengkan kepala.

“Harusnya pihak terkait peka dengan keadaan dan pentingnya PJU di jalur dua tersebut, karena itu akses warga menuju RSUD BM. Apalagi disitu tidak sedikit cerita serem yang sering terjadi, misalnya begal dan penjambretan,” ungkap Rohman dengan nada geram

Lanjut Rohman semalam saat ia lewat memperhatikan jika lampu di jalur dua jalinbar tepatnya 12 tiang di depan POM Kota Agung juga mati. “Ini ada apa sih?” seakan bertanya sambil menepukkan telapak tangan di wajahnya.

Ia juga berharap, agar pihak terkait bisa segera mengambil tindakan untuk perbaikan. “Saya berharap kepada pihak terkait jika lampu tersebut rusak atau ada hal lain. Mohonlah segera diambil tindakan dan segera diperbaiki,” pungkasnya. (Sarip)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *