Kasatpol PP Kota Dumai Diduga Masa Bodoh Terkait Maraknya “Bisnis Lendir” Di Hotel Kelas Melati

410

dutapublik.com, DUMAI – Prostitusi di Kota Dumai Provinsi Riau semakin memprihatinkan. Para pekerja seks komersial (PSK) di kota pelabuhan ini semakin menjamur. Berbagai kedok dilakukan mereka untuk memuluskan bisnis “lendir” itu.

Mulai salon plus-plus, rumah kos yang dijadikan tempat kumpul kebo dan ada juga yang menyewa kamar di hotel kelas melati.

Pada Rabu (21/12), awak dutapublik.com bersama Tim menelusuri sejumlah kawasan yang disinyalir sebagai pusat esek-esek pemuas birahi lelaki hidung belang. Lokasinya berada di jalan M. Husni Tambrin Kelurahan Ratu Sima dan jalan Sultan Syarif Kasim.

Sekitar pukul 21.10 WIB, salah satu hotel melati di jalan itu yang biasa sepi tampak ramai malam itu. Beberapa lelaki hilir mudik, naik turun tangga hotel kelas melati itu.

Ternyata, di hotel itu, ada beberapa wanita berpakaian seksi yang berprofesi sebagai PSK membuka kamar. Pintu mereka sengaja dibuka agar pria hidung belang tahu jika mereka menjajakan diri.

Wanita-wanita ber-make up menor itu tidak segan-segan menawarkan jasa pelayanan seksual kepada orang yang masuk ke hotel.

Anehnya petugas hotel seolah menutup mata dengan kondisi tersebut. Padahal para PSK itu sengaja menyewa hotel untuk berbisnis lendir.

Tawaran para wanita berpakaian seksi itu bervariasi, ada yang menawarkan Rp200 ribu perkencan, ada pula yang menawarkan untuk long time dengan harga Rp400 ribu.

“Cari cewek Bang,” ujar wanita berpakaian mini dress merah itu kepada wartawan dan Tim Investigasi yang mencoba mencari tahu lokasi prostitusi tersebut.

Wanita yang belakangan diketahui bernama lisa itu mengaku sudah membuka kamar di hotel melati sejak tiga pekan lalu. “Permalam kami menyewa Rp100 ribu, kadang ada dapat tamu dua orang,“ terangnya.

Wanita berumur 25 tahun ini mengaku janda beranak satu. Ia mengatakan jika aktivitas dirinya dan beberapa rekan sejawatnya sudah diketahui pihak hotel, namun mereka pura-pura tidak tahu.

“Kan pihak hotel mana mau tahu, yang penting kamar mereka disewa, itu saja,” ujarnya.

Sementara, Rabu (21/12) Kasatpol PP Kota Dumai yang akrap di sapa Yuda dikonfirmasi mengenai hal tersebut lewat WhatsApp Nomor 0812-6164-**** tidak dapat di konfirmasi karena sambungan telpon tidak diangkat.

Ketika dikonfirmasi ulang Minggu (25/12) kepada Kasatpol PP lewat WhatsApp nomer 0812-6164-**** mengatakan bahwa ia bersama dengan TNI Polri sudah melakukan operasi Pekat. “Kami sudah melakukan operasi pekat terhadap hotel-hotel bersama TNI dan POLRI dan kami juga sudah membuat teguran terhadap hotel-hotel yang melanggar,” tutupnya. (Arman)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *