dutapublik.com, MAJALENGKA – Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kabupaten Majalengka AKBP Edwin Affandi menegaskan, bahwa isu penculikan anak yang meresahkan mansyarakat beberapa waktu yang lalu, merupakan berita hoax atau berita tidak benar. Selain itu, kasus tersebut sampai saat ini belum pernah terjadi di Kabupaten Majalengka.
Penegasan tersebut disampaikan Kapolres saat hadir dalam acara Jum’at Curhat Polsek Maja yang dilaksanakan di kantor Desa Banjaran Kecamatan Maja Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Jum’at (10/3).
Disebutkan, Polres Majalengka langsung menelusuri mengenai isu tersebut. Ternyata, di wilayah Kabupaten Majalengka belum terjadi tindak penculikan anak.Isu tersebut merupakan berita hoax atau berita tidak benar adanya.
“Diharapkan para guru dan elemen pendidikan lainnya jika ada isu tersebut agar segera melapor ke pihak kepolisian dan tidak memviralkan ke media sosial yang dapat membuat kegaduhan atau keresahan di lingkungan masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, Kapolres juga menjelaskan bahwa terkait beredarnya isu tersebut, Polres Majalengka melakukan beberapa upaya, di antaranya akan terus menggencarkan patroli siber dan seluruh personel melakukan kunjungan ke lingkungan pendidikan untuk memberikan pemahaman tentang isu yang tidak benar ini.
“Terkait beredarnya isu tersebut, Polres Majalengka akan menggencarkan patroli siber dan seluruh personel diberikan tugas untuk melakukan sambang ke lingkungan pendidikan atau sekolah-sekolah guna memberikan pemahaman mengenai beredarnya isu penculikan anak tersebut,” paparnya.
Selain itu, Kapolres pun menyinggung terkait fenomena Bank Emok, pupuk bersubsidi, anak sekolah yang berkendara tanpa menggunakan Helm, SIM, orang yang meminta sumbangan tanpa kejelasan.
Dalam kegiatan Jumat Curhat tersebut, turut hadir Kapolsek Maja Iptu Kenedy Joko Lelono, Danramil Maja Kapten Inf Sarna, Kepala Desa Banjaran Endoy Hidayat serta sejumlah tokoh masyarakat. (Teungku Syafrudin)





