Pengurus Baru Terpilih Tidak Dikukuhkan, Diduga Ketua Cabang PMII Mempawah Diskriminatif Terhadap Komisariat Dan Rayon Di UNU Peniraman

736

dutapublik.com, MEMPAWAH – Ketua Cabang PMII Mempawah diduga diskriminatif terhadap Komisariat dan Rayon di UNU Peniraman, pasalnya pengurus yang baru terpilih tetap tidak di definitifikan. 

Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII Universitas Nahdlatul Ulama Peniraman dan Pengurus Rayon PGSD serta Menejemen yang baru terpilih menggap Ketua Cabang PMII mempawah diskriminatif.

Hal tersebut bermula saat pengurus yang baru terpilih mengajukan SK pelantikan, namun ketua cabang PMII Mempawah tidak mau mendefinitifkan pengurus Komisariat dan Rayon yang ada di Universitas Nahdlatul ulama.

“Awal mula acara tersebut pelantikan dan mapaba, namun sayangnya pelantikan tersebut dibatalkan oleh panitia dan pengurus lainnya dengan alasan karena tidak didefinitifkan oleh Pengurus Cabang,” ungkap Haris selaku ketua panitia.

Pengurus dan panitia merasa di permain kan oleh ketua dan sekretaris cabang dalam proses pengajuan SK.

Jujur kami sangat kesal dan kami merasa dipermainkan oleh mereka. Waktu kami menghadap sekretaris cabang Rika, mengungkapkan bahwa mengenai definitif ini keputusan mutlak berada di ketua Zeinul Arifin, namun dari ketuanya sendiri berkata bahwa insya Allah saya usahakan temen-temen akan definitif karena saya ingin mematikan ucapan kak rikanya karena dia bawa kitab gituloh, bahwasannya gini, jika sudah membawa Al-Qur’an dan hadist, maka ijma’ dan qiyas pasti kalah. karena saya juga harus menghargai Pengurus Cabang,” ungkapnya.

Sedangkan Rika mengatakan keputusan mutlaknya berada di ketua, namun ketua melempar kembali ke Rika.

”Jujur kami merasa dipermainkan sebagai kader. Alasan tidak didefinitifkannya pengurus komisariat dan rayon di Unu karena dianggap tidak memenuhi syarat dan masih belum mandiri katanya,” lanjut Haris.

“Padahal jika memang benar-benar berlandaskan dengan PO Komisariat STAI Mempawah sudah jelas melanggar karena sudah hampir 2 tahun masih melakukan pengkaderan sedangkan SK nya itu 1 tahun loh disini aja PC Sudah tidak adil,” kesal Fattihah ketua komisariat Unu peniraman. 

“Dari kepengurusan kami tidak ada kesalahan dan itupun diakui oleh ketuanya sendiri bahwa dari pengurus kami tidak ada yang salah, jika kita flas back mengenai kesalahan admistrasi yang mereka bilang Unu tidak mandiri, kenapa tidak ditegor waktu itu kenapa tidak diperbaiki kenapa malah diterima sehingga RTK dan RTAR Unu terlaksana. RTK dan RTAR pertama kalinya dilaksanakan oleh pengurus PMII di Unu, jika saja waktu itu kesalahan admistrasi tidak diterima oleh PC tidak mungkin Unu melaksanakan kegiatan itu. Kan seperti itu, ” bebernya. 

“ketua PC juga ada bilang kepada saya, bukannya kami tidak mau mendefinitifkan temen-temen Unu malahan kami pastikan temen-temen akan definitif tapi tidak sekarang karena kami ingin melihat keaktifan dari kepengurusan temen-teman sampai pertengahan kepengurusan  itu kan bukan sebuah alasan jika seperti itu artinya PC tidak menghargai PMII yang ada di Unu Peniraman yang sudah berjalan menuju 2 priode. berbicara Mengenai PO bukankah komisariat STAIM juga banyak melanggar PO ? Seharusnya itu menjadi pertimbangan PC, Jangan pilih kasih lah, ” tegas Fattiha. 

Terus saya tau itu pengurus PC yang sekarang juga melanggar PO karena ada pengurus yang posisinya jadi ketua komisariat juga jadi pengurus PC,” kesalnya.

Ketua panitia dan komisariat serta ketua rayon sangat kecewa dengan keputusan tersebut. 

Haris selaku ketua panitia menceritakan awal mula pembahasan pendefinitipan

“Selasa sore saya bersama para panitia dan ada beberapa Sahabat/i yang lainnya janjian ketemuan dengan sahabati Rika agenda kita waktu itu pengajuan SK dan Alhamdulillah diterima, kita juga bincang-bincang  sedikit mengenai PMII Unu Peniraman tentang pendefinitpan, kita minta pandangan dari KK Rika panggilan akrab kami. kk rika mengatakan ” untuk pendefinitpan PMII Unu Peniraman itu fikti fikti, 50-50 dan keputusan MUTLAK nya ada di ketua cabang jadi silahkan kalian ketemu sama ketua cabangnya.

Lanjut, pada malamnya kita janjian sama ketua cabang PMII Mempawah, sahabat Zainul Arifin di rumahnya di pasar semudun. Dan Pada kesempatan itu sahabat Zainul Arifin mengatakan kalo kalian bertanya merestui atau tidaknya, saya merestui pendefenitifan PMII Unu Peniraman tetapi saya harus menghargai pengurusan cabang yang lainnya, ” jelasnya. 

Haris melanjutkan, ini pendapatnya tidak jelas dan berbenturan antara ketua dan sekretaris kami merasa di permainkan. Menurut saya, ada kejanggalan di kepengurusan cabang PMII Mempawah, terlihat pada ketua cabang dan sekretaris cabang yang saling melempar. KK Rika mengatakan keputusan mutlak ada di ketua cabang sedangkan menurut Ketum sendiri menghargai keputusan pengurusan cabang yang lain. 

Rendi Harun Ketua rayon manajemen juga mengungkapkan “kami dari Pmii Unu Peniraman bukan ingin berontak tidak, kami ada disini hanya ingin berusaha memperjuangkan apa yang seharusnya kita dapatkan, saya peribadi menerima dengan keruncingan Administrasi tetapi apa itu juga di terapkan di Komisariat dan Rayon lainya bahkan di kepengurusan cabang sendiri itu aja sudah jelas sangsot.

Kita memang memiliki AD ART Organisasi kita memiliki aturan, tetapi aturan hanya di berlakukan sepihak apa seperti itu cara mengaplikasi kan nya, anak berkaca dengan bapaknya bawahan berkaca dengan atasannya jika atasan bisa melakukan kenapa bawahan tidak, jangan muluk-muluk bukan Rahasia Umum yang kita bicarakan, 

“kita di Unu hanya ingin menghidupkan Organisasi PMII yang dari awal sangat di Spesial kan di Unu Peniraman, mari kita liat Drama apa lagi yang akan di mainkan para aktor Kawakan yang mendadak menjadi Drama Kolosal,” ungkapnya. 

Nur Azizah Ketua rayon PGSD mengatakan  bahwa ntinya dirinya sangat menyayangkan kepada pengurus cabang untuk tidak memberikan kesempatan pendefinitifan kepada PMII unu peniraman. 

“Kami selaku kepengurusan yang baru butuh ruang atau wadah untuk melanjutkan serta mengembangkan PMII peniraman dengan cara kami diberi kesempatan untuk pendefinitifan itu sendiri, ” tutupnya. 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *