dutapublik.com, KARAWANG – Seorang pekerja migran Indonesia Ilegal asal kabupaten Karawang Jawa Barat bernama Sumiyati akhirnya tiba di tanah air. Kamis (13/04) sekitar pukul 21.30 di bandara Soekarno Hatta.
Awal keberangkatan dirinya menjadi PMI karena terbujuk oleh sponsor dengan janji manis untuk bekerja di Dubay sebagai pembantu rumah tangga. Namun apa yang terjadi sebenarnya ternyata apa yang dijanjikan sponsor dan pemeroses hanyalah janji palsu, pasalnya selama bekerja di negara tempatan PMI asal Karawang tersebut mengaku dapat gajih hanya 1000 dirham, sedangkan yang ia tahu dari informasi yang ia dapat dari pihak yang dapat dipercaya bahwa gaji sebenarnya adalah 1200 dirham. Demikian diungkapkan Sumyati saat ditemui dutapunlik.com di kediamannya. Jum’at (14/04).
“Awalnya sama sponsor dijanjiin calling visa, untuk kerja ke sana,” ujarnya.
“Saya di sana disuruh tanda tangan kontrak yang isinya saya tidak tahu karena tidak sempat baca, cuma disuruh tanda tangan aja,” bebernya.
Tidak sampai disitu ia pun menuturkan bahwa selama kerja sering mendapatkan perlakuan tindak kekerasan dari keluarga majikan berupa pemukulan di bagian kepala dengan menggunakan benda tumpul.
“Saya pernah dipukul di bagian kepala oleh adiknya majikan dengan memakai barang, selain itu hp saya juga dirampas dan tidak dikembalikan lagi,” ungkapnya.
Karena tak kuat lagi untuk melanjutkan kerja ia bermaksud untuk mengajukan pulang ke majikan namun tidak direspon, akhirnya ia pun nekad lari dari majikan pulang ke kantor dan menghubungi keluarga.
“Saya lari dari rumah majikan karena minta pulang ke majikan itu nggak dikasih pulang. Dari rumah majikan keluar menuju ke kantor sendirian, setelah di kantor saya menelpon suami di Indonesia bahwa saya mau pulang,” tuturnya.
Setelah dapat telpon dari isterinya, Hadi Mulyadi suami Sumyati minta bantuan ke posko pengaduan dutapublik untuk membantu proses kepulangan isterinya tersebut.
Tak lama berselang waktu, Suami didampingi tim posko pengaduan dutapiblik akhirnya menjemput kepulangannya di bandara Soekarno Hatta pada rabu (13/4) sekitar pukul 21.30 WIB.
Dari bandara Soekarno Hatta, Sumiyati bersama suami dan tim dutapiblik langsung menuju kediaman di Karawang Jawa Barat. Setibanya di rumah ia disambut sukacita oleh kedua orang tua dan keluarga. Ia mengucapkan terima kasih kepada tim posko pengaduan dutapiblik yang telah membantu kepulangannya.
“Saya berterimakasih kepada dutapiblik, pak Rahmat dan rekan yang telah membantu kepulangan saya ke tanah air dengan selamat,” ujarnya.
Ucapan senada juga disampaikan oleh kedua orang tuanya.
“Kami sekeluarga mengucapkan terimakasih kepada tim dutapiblik atas bantuannya, semoga bapak-bapak semuanya diberikan kesehatan dan kelancaran, serta dimudahkan rezekinya,” ungkapnya. (Rahmat).


