dutapublik.com, MADINA – Setelah adanya penutupan permainan uji ketangkasan di pasar malam Desa Sarak Matua yang diduga berbau judi oleh Polres Mandailing Natal ( Madina) banyak pekerja yang menganggur. Meskipun pekerjaan musiman namun bisa mengurangi angka pengangguran.
Kiah salah satu pekerja di pasar malam Sarak Matua yang berasal dari Kelurahan Dalan Lidang, Panyabungan, Madina, Sumut mengaku tidak bekerja lagi.
“Sekitar 30 orang kami pekerja dari Madina ikut bekerja di pasar malam ini sampai tanggal 15 Mei 2023. Kami sangat terbantu dengan adanya pekerjaan musiman ini kini kamu tidak lagi bekerja, padahal ini sangat menguntungkan bagi putra/putri daerah Madina,” kata Kiah, di pasar malam Sarak Matua, Minggu, (30/4).
Kiah berharap pasar malam ini normal kembali sehingga bisa mempekerjakan putra daerah Madina.
Senada dengan Purnama Sari pedagang jajanan di pasar malam Desa Sarak Matua merasa rugi setelah ada isu-isu miring tentang pasar malam.
“Kadang tidak balik modal dari penjualan kita, apalagi setelah adanya penutupan sebagian permainan dipasar malam. Kita betul pedagang musiman merasa sangat terbantu ada kegiatan hiburan seperti ini namun saat ini sungguh berkurang penjualan. Mohon pasar malam ini dinormalkan kembali sehingga kami para pedagang bisa terbantu,” ungkap Purnama.
Muhammad Yakub Lubis ketua DPD LSM TAMPERAK (Tameng Perjuangkan Rakyat Anti Korupsi) yang turun ke pasar malam Sarak Matua mengaku iba dengan pedagang dan pekerja asal Madina kini tak bekerja lagi.
“Saya minta pasar malam ini di normalkan kembali sehingga dapat menampung pekerja-pekerja itu dan bisa membantu pedagang -pedagang itu. Walaupun hiburan ini bentuk hanya musiman namun sangat membantu perekonomian warga sekitar,” harap Yakub. (SN)






