dutapublik.com, KARAWANG – PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kosambi, yang terletak di Jl. Raya Kosambi No.22 Desa Pancawati Kecamatan Klari Kabupten Karawang, Jawa Barat, melayani masyarakat atau pelaggan dibeberapa Kecamatan, diantaranya yaitu Kecamatan Klari, Kecamatan Majalaya, Kecamatan Telagasari, Kecamatan Lemahabang, Kecamatan Tempuran, dan Kecamatan Cilamaya Kulon. Dengan jumlah pelanggan tercatat di akhir bulan Juni 2023 mencapai 230.865 pelanggan.
Salah satu upaya guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, PT PLN (Persero) ULP Kosambi, terus melakukan perbaikan terutama dalam hal pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya adalah untuk meminimalisir terjadinya Listrik Padam. Listrik Padam sendiri bisa disebabkan karena adanya pemeliharaan atau padam terencana dan akibat gangguan yang terjadi di wilayah masyarakat masing-masing.
Hal itu yang disampaikan oleh Manajer ULP Kosambi, yaitu Qonia Isnasari, kepada media dutapublik.com, saat ditemui di ruang kerjanya, yang turut didampingi oleh Chumaidi, selaku Asisten Manajer Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Karawang.
“Jika Listrik Padam karena pihak kami sedang melaksanakan pemeliharaan, seperti pergantian Trafo, kami pasti akan memberikan informasi kepada para pelanggan di wilayah cakupan kami melalui surat pemberitahuan maupun informasi media sosial instagram UP3 Karawang. Informasi tersebut akan kami sampaikan kepada para pihak, di antaranya kepada sekolah-sekolah, pemerintahan Kecamatan, pemerintahan Desa, dan pihak-pihak layanan publik lainnya. Agar informasi yang kami berikan bisa disampaikan kepada masyarakat atau pelanggan kami.”
“Namun, jika Listrik Padam akibat gangguan, seperti adanya konsleting aliran listrik akibat faktor external seperti layangan yang menempel di kabel SUTM, akibat adanya pohon yang menempel di kabel SUTM, akibat bencana alam, binatang dan beberapa faktor lainnya yang mengganggu aliran listrik, maka hal itu merupakan kejadian Listrik Padam di luar prediksi kami. Namun, kejadian itu tetap akan segera kami tanggulangi secepatnya. Adapun padam akibat gangguan merupakan proteksi untuk mengamankan lokasi terjadinya konsleting” ujarnya, pada Jumat (28/7).
Untuk penanganan terjadinya Listrik Padam karena faktor gangguan, lanjut Qonia, pihaknya pun telah menyediakan tenaga teknis di masing-masing wilayah.
“Kita sediakan tenaga teknis dengan membentuk Posko PLN. ULP Kosambi ada 4 posko standby, yaitu posko Wadas, Tempuran, Klari, dan Curug. Agar ketika terjadi Listrik Padam akibat gangguan yang sebelumnya saya sebutkan tadi, maka dapat ditangani oleh petugas teknis terdekat. Dan masyarakat pun bisa menyampaikan pengaduan dan keluhan di aplikasi PLN Mobile yang dapat diunduh di Playstore maupun Appstore. Pengaduan dan keluhan yang disampaikan melalui aplikasi PLN Mobile, itu akan kami terima langsung saat itu juga dan akan segera kami respon,” imbuhnya.

Keterangan Gambar 2: Alat Peraga Simulasi Yang Dimiliki PT. PLN (Persero) ULP Kosambi
Sedangkan, tindakan antisipasi atau pencegahan terjadinya Listrik Padam akibat gangguan, Qonia menjelaskan, bahwa pihaknya telah melaksanakan sosialisasi kepada pelanggan dan juga kegiatan preventif seperti pemasangan pelindung kabel dan lain lain.
“Kami saat ini telah melaksanakan pemantauan keliling ke wilayah yang dinaungi oleh ULP Kosambi. Di antaranya, kami memberikan sosialisasi kepada Pemerintahan Kecamatan, pembersihan Layangan yang menempel di kabel SUTM, memberikan pendekatan door to door kepada masyarakat yang memiliki pohon yang sekiranya bakal menempel ke kabel SUTM, agar mengizinkan pihak kami melakukan pemangkasan ranting pohon tersebut, jika pelanggan ingin menebang pohon dapat melaporkan ke kami melalui aplikasi PLN Mobile, petugas kami akan membantu. Tentunya layanan ini bebas biaya” jelasnya.
Terkait fenomena Layangan yang menempel di kabel SUTM, Qonia berharap, agar pihak layanan publik bisa berperan serta untuk mengedukasi warga dan saling mengingatkan akan bahaya listrik terutama area aliran listrik kabel SUTM.
“Demi kenyamanan bersama, kami harap gangguan Listrik Padam akibat Layangan bisa dicegah dengan cara adanya peran serta beberapa pihak, dalam hal ini mungkin dari pihak Pemerintahan Desa masing-masing agar mengingatkan warganya ketika akan memainkan Layangan. Jika pihak Pemerintah Desa atau pihak lain memerlukan banner atau spanduk imbauan dari kami, maka akan kami sediakan. Silahkan menghubungi kami,” harapnya.
Qonia, mengimbau kepada masyarakat atau pelanggan, agar jangan sungkan untuk menghubungi pihak PT PLN (Persero) ULP Kosambi, jika membutuhkan informasi dan bantuan terkait pelayanan.
“Jika terjadi Listrik Padam akibat beberapa gangguan yang tadi telah saya sebutkan, masyarakat silahkan menghubungi kami. Karena kami pun sangat terbantu dengan adanya laporan dari pelanggan untuk mempercepat recovery penanganan gangguan. Agar faktor apa yang menjadi penyebab terganggunya aliran listrik tersebut, bisa kami atasi segera,” imbaunya.
Diketahui, PT PLN (Persero) ULP Kosambi, telah memiliki alat peraga simulasi beberapa faktor yang dapat mengganggu aliran listrik yang dapat menyebabkan Lisrik Padam.
“Alat simulasi ini kita peragakan ketika kita sedang melaksanakan sosialisasi. Salah satunya kita ada stan di acara PATEN setiap Kecamatan di wilayah ULP Kosambi. Jika ada pihak institusi pendidikan yang membutuhkan sosialisasi dari pihak kami, kami sangat mengapresiasi hal itu. Silahkan menghubungi kami, agar kami bisa berkunjung ke institusi tersebut,” tuturnya. (Nendi Wirasasmita)





