dutapublik.com, MAJALENGKA –Keluarga Didin asal Desa Gunung Wangi, Kecamatan Argapura, Kab. Majalengka, harus banyak bersabar karena mempunyai anak sejak lahir yang hanya bisa berbaring di peraduan tidak bisa bangun juga beraktifitas seperti anak usia 8 tahun lainya.
Menurut keterangan Didin, hal ini disebabkan ada kelainan dari bayinya, berdasarkan keterangan dokter anaknya harus dioperasi jantung. Didin menceritakan hal ini langsung di hadapan awak media pada hari Rabu, 9 Agustus 2023 di rumahnya, yaitu di RT.02/RW.03, Blok Minggu, Desa Gunung Wangi, Kecamatan Argapura, Kab. Majalengka Jawa Barat.
Didin mengaku sehari-hari merawat Winda Nur Oktavia, anaknya yang lahir pada tanggal 10 Oktober 2015. “Kalau sudah kambuh penyakitnya, seperti kambing yang disembelih. Sebagai orang tua dan sebagai warga negara, dengan keterbatasan kemampuan dalam ekonomi juga materi ia hanya bisa berharap kepada institusi pemerintah agar dapat membantu untuk berobat kesembuhan anak saya, melalui bantuan-bantuan dari Dinsos, dan Bantuan dari pemerintah setempat, yaitu Desa, Kabupaten,” ujarnya.
Namun kata Didin, sampai detik sekarang tidak ada bantuan ataupun mendapat program dari pemerintah baik dari desa, kecamatan, kabupaten, apalagi dari provinsi.
“Winda selama ini untuk makanan sampai sekarang pun belum pernah makan nasi. Hanya yang masuk makanan untuk bayi yaitu Cerelak sampai sekarang. Juga perlu diketahui anak saya sampai sekarang tidak bisa apa-apa hanya berbaring di tempat tidur, dengan keterbatasan terkait kemampuan ekonomi keluarga dengan mohon sangat Pemkab Majalaengka dan jajaran khususnya Desa Gunung Wangi, dapat membantu melalui program pemerintah saat ini. Saya atas nama keluarga berharap uluran tangan terkait kesembuhan anak saya untuk berobat ke rumah sakit,” ungkapnya.
“Dari mulai sakit dan beberapa upaya saya sebagai kepala keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Sudah berkordinasi dengan RT, desa dan kecamatan, memohon arahan dan petunjuk agar anak saya dapat berobat, tapi sampai hari ini anak menginjak usia 8 tahun, program tak satupun kami mendapatkannya. Maka dengan ini saya sebagai warga masyarakat memohon bantuan dan uluran tangan dari semua dapat membantu program demi kesembuhan anak saya bisa berobat ke rumah sakit,” ujarnya. (Tengku Syafrudin)


