dutapublik.com, JAKARTA – Ketika Wartawan menanyakan kepada Ketum Persatuan Wartawan Fast Respon Agus Flores terkait Pembabatan Hutan untuk Perusahaan Nikel di Morowali Sulteng, ia memberikan jawaban lugas, “10 tahun kedepan Hutan dan Gunung Morowali Bakal Gundul hanya untuk kepentingan Penguasa, rakyat tetap gitu saja, tapi mau apa Nasi sudah jadi Bubur, itu Kebijakan Pemerintah,” tegasnya.
Agus mengungkapkan bahwa diduga kekayaan rakyat Morowali bukan dari Hasil Tambang Nikel, tapi dari hasil jual tanah ke Perusahaan Nikel.
“Katanya Morowali kaya, yang kaya sebenarnya para penguasa, rakyat biasa biasa itu, jalan aja tidak pernah dibuat bagus, sebagian masyarakat hanya menerima abu,” tegas putra Sulteng ini.
Agus sebelumnya berpikir rakyat Morowali dan Morowali Utara sudah sejahtera, namun faktanya tetap gitu gitu saja.
Sementara itu hingga berita ini ditayangkan, permintaan konfirmasi terkait masalah di Morowali belum mendapat tanggapan dari Presiden Jokowidodo. (Uya)





