Proyek Pengaspalan Senilai Hampir Rp200 Juta Di Jalan Babinsa Dikerjakan Asal-Asalan: “Sukses Bikin Warga Kecewa”

523

dutapublik.com, TANGGAMUS – Pengerjaan pengaspalan di jalan Babinsa Pekon Tanjung Anom Kecamatan Kota Agung Timur Kabupaten Tanggamus diduga asal-asalan, tak sebanding dengan pagu anggaran yang terpasang di papan informasi di lokasi pengerjaan.

Pengerjaan pengaspalan jalan tersebut dikerjakan oleh rekanan atas nama CV Pernong Jaya dengan nomor kontrak PA–02/KTR/CK – PL–78/DAU/24/2023, nilai pagu anggaran mencapai Rp. 197.553.000.00, (Seratus Sembilan puluh Tujuh Juta, Lima Ratus Lima Puluh Tiga Ribu rupiah).

Dengan nilai anggaran hampir dua ratus juta tersebut, tak sebanding dengan hasil yang membuat masyarakat setempat kecewa.

Menurut E warga setempat saat dikonfirmasi awak media dutapublik mengatakan selaku warga Pekon Tanjung Anom sangat kecewa melihat hasil pekerjaan aspal di Jalan Babinsa.

“Sebagai masyarakat awam kalau menilai dengan pagu anggaran mencapai hampir dua ratus juta rupiah itu sama sekali tak sebanding dengan hasilnya sama sekali tidak sesuai dengan anggaran yang dianggarkan oleh pemerintah,” ungkapnya.

Lanjut E misalkan pekerjaan itu disebut perawatan jalan itu kurang pas karena jalan Babinsa sudah lama dibangun yang lebih anehnya lagi jalan yang kondisi lebih parah kerusakannya malah tidak diperbaiki, sedangkan jalan yang ditambah-tambah tersebut kondisinya masih lumayan bagus.

“Intinya jalan yang diperbaiki sebenarnya belum seberapa parah rusaknya, tapi kalau yang lebih parah lagi malah gak diperbaiki sedangkan itu masih satu, yang lebih parah rusaknya kan di bawah di atas tugu perbatasan Pekon Tanjung Anom dengan Pekon Kerta,” ungkap E pada Minggu (22/10/2023).

Masih di tempat yang sama selaku warga Pekon Tanjung Anom, SP sangat menyayangkan setelah ia melihat hasil dari pengaspalan di jalan Babinsa .

SP mengatakan pekerjaan seperti itu sangat mengecewakan dirinya sebagai warga Pekon Tanjung Anom. “Kalau dinilai dari dana anggaran mencapai hampir dua ratus juta tapi hasilnya sangat tidak sesuai acak kadut, asal jadi. Yang jelas pekerjaan seperti ini sudah sewajarnya kalau kita menduga pihak kontraktor kepingin untung banyak dan pihak kontraktor diduga tidak transparan. Contoh papan informasi disitu cuma mencantumkan nomor kontrak pagu angaran dan masa kerja sedangkan volume dan panjangnya tidak masuk dalam papan informasi tersebut,” ungkap SP.

Sementara itu saat dihubungi awak media dutapublik.com via sambungan telepon selular, Giwan mengaku sebagai pekerja mengatakan pekerjaan itu cuma nambal-nambal saja bukan pengaspalan total dan juga batasnya cuma sebatas itu saja. 

“Dan juga saya hanya sebatas pekerja upahan harian, saya dimintai tolong sama bang Hendri untuk mengerjakan pekerjaan di jalan tersebut adapun kontraktornya atau CV saya tidak tau karena saya diminta untuk mengerjakan pekerjaan itu sama Hendri,” terang Giwan, Selasa (24/10/2023).

“Iya bang saya hanya sebagai pekerja upahan karena saya dimintai tolong sama bang Hendri untuk mengerjakan ada pun pemborong atau CV nya itu saya gak tau, mengerjakan penambalan jalan itu kalau gak salah sembilan hari dan juga waktu pengerjaannya saya gak ada di lokasi, saya masih di Pringsewu jadi yang kerja anak buah saya,” pungkas Giwan. (Sarip)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *