dutapublik.com, TANGGAMUS – Miris Proyek pembangunan Jalan dan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Pekon Soponyono Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus Lampung. Belum genap tiga bulan dibangun, TPT alami longsor di dua titik selain longsor titik-titik keretakan pun telah terlihat.
Bagaimana tidak proyek yang dianggarkan dari APBD Kabupaten Tanggamus melalui Dinas PU pun cukup fantastis hingga mencapai Rp4.628.522.000 rupiah di tahun 2022 lalu namun sayang dengan anggaran yang cukup besar tersebut tak sebanding dengan kwalitas pembangunannya.
Pasalnya dengan adanya dua titik longsor tersebut dan juga retak-retak telah sepantasnya dipertanyakan dan patut diduga pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) tersebut asal jadi.
Menurut masyarakat yang kesehariannya beraktifitas di lokasi tersebut menuturkan saat ditanya awak media dutapublik menuturkan tembok ini ambrol pada saat ada hujan besar mungkin karena curah hujan yang tinggi dan tanahnya terkikis sehingga temboknya longsor.
“Aliran air ini kan galian baru dan juga temboknya gak pakai pondasi bisa ajalah karena ada hujan deras dan juga tanahnya terkikis jadi temboknya ngegantung bisa aja itu satu penyebabnya atau memang dari kwalitasnya memang gak ada,” terang warga, Minggu (26/3).
Di tempat terpisah salah satu warga menyampaikan hal yang sama. Ia menuturkan setiap hari lewat jalan ini karena jalan ini satu-satunya akses jalan menuju Sawah. “Saya jadi setiap hari saya lewat jalan ini dan memang benar dua titik longsor itu pada saat ada hujan deras selain longsor yang retak-retak juga ada dan itu alamatnya gak bakal lama kalau ada hujan lebat Insya Allah longsor lagi,” ujar warga.
“Dan ia pun menuturkan dari awal mereka ini kerja saya sering liat gak bakal awet karena saya liat banyakan batu dan pasirnya ketimbang semen kan bisa kita lihatlah yang mana semennya sedikit batu dan pasirnya yang banyak jadi bisa aja kita bilang sepuluh batu semennya satu,” ujarnya.
“Yang jelas saya nilai kalau kwalitasnya sesuai dan adukan semen sama pasirnya sesuai ukurannya pasti kwalitasnya bagus jadi kalau seperti ini,” sambungnya.
Di tempat terpisah saat dikonfirmasi oleh awak media dutapublik.com dikediamannya Kepala Pekon Soponyono, Agung, membenarkan jika memang ada dua tempat penahan tanah tersebut yang alami longsor.
Menurut Agung terkait Proyek itu ia tidak banyak yang tahu karena ia menjabat sebagai Kepala Pekon baru-baru ini. “Saya dilantik aja pekerjaan proyek itu memang sudah dimulai dan pekerjanya juga bukan orang kita jadi saya gak tau kejelasannya karena saat itu masih dijabat Pj,” ujar Agung.
“Tapi kalau yang terjadi longsor ini saya tau karena dikasih tau sama warga dan saya juga sudah memberitahu orang-orangnya yang pada saat itu bekerja di situ ada pun kalau media mau nanya sama saya, ya saya gak bisa jelasin mana saya belum terlalu paham tentang proyek karena saya baru,” bebernya.
“Yang pasti memang benar ada dua tempat yang longsor kalau yang bersihinnya saya juga gak tau karena pada saat itu saya lagi ada di Bandung nganter istri entah itu pemborongnya atau masyarakat yang kebetulan sawahnya ada di situ ada pun longsornya pas ada hujan lebat saat itu mungkin sekitar satu bulan yang lalu,” pungkas Agung. (Sarip)





