Agus Flores Ungkap Mafia Tambang Timah di Bangka Belitung: “Negara Tidak Boleh Kalah Dari Oknum Loreng Berbaret!”

71

dutapublik.com, BABEL – Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW FRN) dan Counter Polri, Agus Flores, melontarkan pernyataan keras terkait kekacauan hukum serta dugaan keterlibatan oknum aparat berbintang dalam bisnis tambang ilegal di Bangka Belitung.

Agus menyatakan bahwa kondisi di lapangan bukan lagi sekadar rawan, melainkan telah mengarah pada situasi di mana negara terlihat kalah dari mafia tambang.

“Saya jujur tidak sanggup lama-lama berada di Bangka Belitung. Di sana bukan jaksa yang turun, melainkan PM TNI. Polisi saja bisa ditodong ketika masuk lokasi tambang ilegal, apalagi saya. Nyawa saya bisa melayang kapan saja,” tegasnya.

Ia mengungkapkan bahwa kekuatan yang bermain berada pada level oknum jenderal berbaret yang diduga membekingi operasi tambang timah ilegal.

“Ini permainan kelas berat. Mereka memakai seragam, memakai baret, tetapi bermain di belakang. Setoran mereka masuk ke PT Timah dan MSP. Negara benar-benar dihancurkan dari dalam,” ujar Agus.

“Negara Tidak Boleh Kalah. Presiden Harus Bongkar Jenderal-Jenderal di Balik Mafia Ini!”

Agus menegaskan bahwa satu-satunya pihak yang mampu membuka permainan besar ini hanyalah Presiden Prabowo Subianto.

“Saya berharap Presiden Prabowo membongkar siapa jenderal yang berada di belakang semua ini. Mafia berbaju loreng dan berbaret sudah kelewat batas. Jika presiden tidak turun tangan, Bangka Belitung akan habis dibabat para pemain ilegal,” tegasnya.

Ia menilai bahwa mekanisme hukum telah lumpuh karena adanya oknum kuat yang berada di balik operasi tambang ilegal bernilai triliunan rupiah.

“Kalau aparat berseragam saja bisa ditodong, bagaimana dengan rakyat kecil? Ini bukan sekadar tambang ilegal; ini pembangkangan terhadap negara,” ucap Agus.

“Saya Hanya Makan Singkong, Mereka Makan Negara”

Dengan nada sinis, Agus menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kekuatan apa pun dibanding para pelaku.

“Saya hanya makan singkong campur sambal. Tetapi mereka makan negara, makan masa depan rakyat. Dan ketika saya bicara jujur, saya bisa hilang kapan saja. Itulah kondisi Bangka Belitung hari ini,” katanya.

Desakan Terakhir: Berantas, Bongkar, Jangan Biarkan Negara Kalah

Agus menutup pernyataannya dengan ultimatum moral: “Bangka Belitung bukan milik mafia. Negara harus hadir. Siapa pun jenderal atau oknum yang membekingi tambang ilegal harus diseret ke permukaan. Jangan sampai publik melihat bahwa negara kalah oleh seragam yang disalahgunakan.” (S.N)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *