dutapublik.com, GARUT – Anggota DPRD Garut Yudha Puja Turnawan mendampingi Supardi pekerja sosial dari Balai Pangudi Luhur Kemensos RI langsung mengunjungi warga tidak mampu di Kampung Babakan Depok RT 03 RW 02 Desa Sirnagalih Kecamatan Bayongbong yang menderita sakit. Selasa (09/05).
Saat itu, Yudha dan Petugas Kemensos RI mendatangi rumah Mak Omih, perempuan 74 tahun yang mengidap penyakit Katarak dari Tahun 2018, dan Kondisi ini membuatnya kesulitan untuk beraktifitas setiap hari.
Dari informasi yang diterima Mak Omih sudah menderita katarak pada tahun 2018, kemudian kemasukan bulu mata kedalam bola mata lalu di bawa ke dokter dan kelopak mata dijahit supaya bulu mata tidak masuk lagi / setelah sembuh Mak Omih biasa bekerja sebagai buruh ngupas bawang dan merembet ke mata yang sebelahnya lagi. Kemudian di bawa ke klinik Cicendo Garut setelah di periksa harus segera dioperasi karena beresiko pada kematian.
Mendengar adanya laporan kondisi Mak Omih ini dilaporkan oleh pak Ade Hana TKSK kecamatan Bayongbong, Yudha Puja Turnawan dan Supardi dari Balai Pangudi Luhur Kemensos RI langsung turun menengok.
Saat menjenguk Mak Omih, Yudha Puja Turnawan langsung memberikan Bansos. Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab partai kepada masyarakat kurang mampu.
“Hari ini kita turun ke bawah. Ada berita yang menyebutkan kalau ada lansia yang menderita sakit di daerah Bayongbong Garut,” ucapnya.
Menurut Yudha Puja Turnawan yang juga ketua DPC PDI-Perjuangan saat menengok Pihak keluarga belum berani merujuk Mak omih ke RS Cicendo karena Mak omih belum memiliki BPJS PBI.
Hasil diagnosa dokter Mak omih mengalami ulkus kornea perforasi (pembentukan lubang di kornea), kelopak matanya bengkak dan terus mengeluarkan cairan kekuningan dari matanya kemudian terasa nyeri setiap saat.
“Harapan saya selaku anggota DPRD Garut agar Kemensos bisa intervensi untuk segera terbitnya BPJS PBI mengingat kalo usulan menggunakan Anggaran APBD Garut harus menunggu awal bulan Juni sedangkan kondisi Mak omih harus segera dioperasi “eviserasi oculi sinistra”.Jika tanpa BPJS biaya operasi akan menjadi sangat mahal buat keluarga emak omih,” tuturnya. (Yaman).


