dutapublik.com, KEBUMEN – Jalan yang lebih baik dan ketersediaan air bersih bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Melalui program Bakti TNI AD untuk Rakyat TA 2026, Kodim 0709/Kebumen mulai mewujudkan upaya tersebut. Pembangunan jalan rabat beton di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Poncowarno, telah mencapai 52 persen, sementara pengeboran sumur air bersih di Desa Triwarno, Kecamatan Kutowinangun, mencapai 24 persen.
Di balik progres itu, ada kebutuhan warga yang ingin dijawab. Jalan yang memadai diharapkan mempermudah mobilitas dan aktivitas sehari-hari, sedangkan sumur bor ditujukan untuk mendukung ketersediaan air bersih. Dari sasaran-sasaran yang dekat dengan kehidupan masyarakat inilah, Bakti TNI AD membawa makna pengabdian pembangunan yang tidak berhenti pada wujud fisik, tetapi diarahkan untuk memberi manfaat nyata.
Upaya tersebut menjadi bagian dari rencana yang lebih luas. Sebanyak tiga titik jalan rabat beton, 12 titik jembatan, dan 50 titik sumur bor menjadi sasaran pembangunan. Program ini juga mencakup rehabilitasi 45 RTLH, pembangunan 20 fasilitas MCK, rehabilitasi 4 sekolah dan 4 rumah ibadah, serta rehabilitasi panti asuhan dan area parkir makam leluhur. Seluruhnya diarahkan untuk mendukung akses warga sekaligus meningkatkan kelayakan fasilitas di lingkungan mereka.
Perhatian terhadap masyarakat juga diwujudkan melalui layanan sosial. Pengobatan gratis ditargetkan menjangkau 1.000 orang dengan capaian 20 persen. Sementara itu, operasi bibir sumbing bagi satu orang, bantuan kaki palsu bagi lima orang, dan bantuan satu kursi roda telah mencapai realisasi 100 persen. Ke depannya, program ini juga direncanakan mencakup penanaman 5.000 pohon, memperluas kepedulian dari kebutuhan masyarakat saat ini hingga kelestarian lingkungan.
Pelaksanaan program melibatkan personel TNI, pemerintah daerah, masyarakat, dan Linmas. Keterlibatan berbagai unsur ini memperlihatkan bahwa pembangunan membutuhkan kerja bersama, mulai dari pelaksanaan hingga menjaga manfaatnya agar dapat dirasakan dalam jangka panjang. Semangat gotong royong menjadi penghubung antara program yang direncanakan dan kebutuhan nyata di lapangan.
Bagi Kodim 0709/Kebumen, Bakti TNI AD untuk Rakyat bukan semata tentang membangun jalan, jembatan, atau fasilitas umum. Lebih dari itu, program ini menjadi upaya mendekatkan pengabdian TNI dengan kehidupan warga. Progres yang mulai terlihat menjadi langkah awal dari manfaat yang diharapkan, sementara sasaran lainnya tetap menjadi pekerjaan yang perlu diwujudkan. Sebab, ukuran keberhasilan pembangunan pada akhirnya bukan hanya apa yang dibangun, melainkan seberapa besar manfaatnya bagi masyarakat.
(Yasin Al Amin)






