Batal Diundang Harlah Satu Abad NU, Uu Ruzhanul: Saya Tidak Masukkan Ke Hati

497

dutapublik.com, BANDUNG – Menanggapi terkait pemberitaan ditolak kehadirannya di acara Hari Lahir (Harlah) Satu Abad Nadhlatul Ulama (NU), Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum angkat bicara.

Panglima Santri ini mengatakan bahwa benar telah diundang ke acara Harlah Satu Abad NU oleh PCNU Kabupaten Purwakarta melalui surat undangan dengan nomor 01/Pan-Harlah/A.I/D/XII/2022 tanggal 20 Desember 2022.

Pak Uu, sapaan akrab Uu Ruzhanul, mengungkapkan, ia melalui sekretaris pribadi (sekpri)-nya mengkonfirmasi siap hadir di acara yang digelar di Alun-alun Purwakarta pada tanggal 31 Januari 2022 lalu tersebut. Namun pihak panitia membatalkan undangannya.

Baca Juga:  Tinjau Vaksinasi Massal Di Banten, Kapolri Tekankan Target 70 Persen Di Akhir Tahun Tercapai

“Saya sudah siap datang, karena salah satu tupoksi kami (selaku pimpinan daerah) adalah tentang kemasyarakatan. Makanya saat diundang oleh NU Kabupaten Purwakarta, saya siap hadir,” ujar Pak Uu di Kota Bandung, Kamis (2/2).

“Tetapi pada waktunya acara, ada konfirmasi ulang dari sekpri saya tentang acara tersebut, katanya panitia membatalkan undangan.”

Pak Uu mengatakan, dirinya tak masukkan hati atas kejadian tersebut. Ia tetap berasumsi positif atas pembatalan undangan tersebut. Menurutnya, boleh jadi panitia penyelenggara acara mempertimbangkan kepentingan lain yang dapat terganggu dengan kehadirannya sebagai pimpinan daerah.

Baca Juga:  Kabaharkam Polri Kuak Tiga Metode Intelijen Asing Sabotase Pilpres 2024

“Kalau saya sih, sebagai politisi, ya sah-sah saja. Mungkin ada kepentingan lain, misalnya kepentingan politik yang terganggu dengan kedatangan saya ke Purwakarta. Itu wajar saja, karena yang namanya politik kan butuh penafsiran. Tapi penafsiran saya, mudah-mudahan positif saja,” papar Pak Uu.

“Ini semua mungkin ada hikmahnya, baik buat saya maupun buat semuanya. Hal seperti ini sudah biasa terjadi selama saya jadi politisi. Batal naik mimbar untuk pidato saja pernah. Saya tidak masukkan hati,” imbuhnya. (Tengku Syafruddin)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *