Bocah 2 Tahun Penderita Tumor Mata Di Desa Peniraman, Dapat Perhatian Khusus Dari PAC IPNU Sungai Pinyuh

514

dutapublik.com, MEMPAWAH – Prihatin keadaan Nadifa bocah berusia 2 tahun asal Desa Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, terbaring lemas di RS. Sudarso kota Pontianak Kalimantan Barat. 

Sejak lahir, ia memiliki kecacatan mata. Pada usianya yang masih teramat kecil, kini ia hanya bisa berbaring sakit karena tumor ganas yang dideritanya, di kedua matanya. 

Rumiati, ibu nadifa menerangkan bahwa anaknya sejak lahir memang tidak bisa melihat, dengan kedua bola matanya normal. Di usia 1 tahun anaknya pernah satu kali di ronsen dengan hasil keterangan dokter memiliki gejala tumor mata. Saat itu terbesit di benak Rusmiati ingin melakukan operasi, namun keluarga tidak setuju sebab usia anaknya yang masih sangat kecil ditambah faktor ekonomi tidak mendukung. 

“Dulu waktu anak saya masih umur 1 tahun, saya pernah satu kali membawanya ke rumah sakit dan dironsen. Dokter bilang anak saya memiliki gejala penyakit tumor mata, saya sempat ingin untuk melakukan operasi, tapi keluarga saya tidak setuju karena terlalu kecil dan tidak ada biaya  juga, ” tutur Rumiati. 

Dikatakannya, wal mula anaknya cuman merasa gatal di kedua matanya dan sering dikuceknya sendiri.

“Saya tidak menyangka anak saya Sampai separah ini. Dokter bilang anak saya tidak bisa dioperasi sekarang, nunggu daging mata yang keluar ini mengempis baru bisa dioperasi, karna jika dioperasi sekarang bisa bahaya untuk anak saya. Sekarang anak saya sedang kemoterapi, nanti sekitar 6-7 bulan baru bisa dioperasi katanya, ” pungkas Rumiati

Fariski, Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sungai Pinyuh menjenguk sekaligus menyerahkan hasil penggalangan dana yang dilaksanakan hari minggu lalu, bersama beberapa Organisasi pelajar dan Organisasi masyarakat yang berada di desa Peniraman. Selasa (27/9). 

Rumiati, sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya dari PAC IPNU yang merupakan hasil penggalangan donasi untuk membantu biaya berobat anaknya. Ia pun seketika mengucapkan terimakasih. 

“Terimakasih banyak, atas bantuannya adek-adek semoga Allah SWT membalas kebaikan adek-adek semua, ” ucap Rumiati. (Pattiha). 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *