dutapublik.com, PONOROGO – Proyek rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Dam Tempuran di Dukuh Duwet, Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, terus menunjukkan perkembangan positif. Pada Selasa (14/7/2026), tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur melakukan verifikasi lapangan guna memastikan kesiapan dan kesesuaian teknis pelaksanaan proyek tersebut.
Rombongan BPBD Jawa Timur dipimpin Uudyani bersama tim verifikator yang terdiri atas Ajeng, Aulia, dan Jefri. Mereka meninjau langsung lokasi pembangunan untuk memastikan seluruh tahapan rehabilitasi berjalan sesuai dengan ketentuan.
Kegiatan tersebut didampingi Tim BPBD Kabupaten Ponorogo yang dipimpin Bayu bersama Didik, Erwan, Hikmah, dan Lala. Turut hadir menyambut rombongan, Kepala Desa Bancar Agus Sudarmono beserta jajaran perangkat desa.
Perwakilan BPBD Kabupaten Ponorogo, Bayu, menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran APBD Kabupaten Ponorogo menjadi alasan pihaknya mengusulkan penanganan pascabencana kepada BPBD Provinsi Jawa Timur.
“Karena keterbatasan anggaran APBD Kabupaten Ponorogo untuk penanganan pascabencana, BPBD Kabupaten Ponorogo mengusulkan bantuan penanganan kepada BPBD Provinsi Jawa Timur,” ujar Bayu.
Menurutnya, usulan tersebut harus melalui serangkaian tahapan verifikasi yang ketat, baik secara administrasi maupun pengecekan langsung di lapangan.
“Alhamdulillah, dari sejumlah usulan yang kami ajukan, rehabilitasi dinding penahan tanah Dam Tempuran di Dukuh Duwet ini dinyatakan lolos verifikasi. Semoga proses pengerjaannya berjalan lancar dan segera memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Realisasi pembangunan ini juga mendapat pengawalan dari anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Jawa Timur, Miseri Efendy, yang turut memperjuangkan aspirasi masyarakat Desa Bancar agar memperoleh dukungan pendanaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Kepala Desa Bancar, Agus Sudarmono, menyampaikan apresiasi kepada BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Ponorogo, serta DPRD Provinsi Jawa Timur yang telah mengawal usulan rehabilitasi hingga dapat direalisasikan.
Menurutnya, perbaikan dinding penahan Dam Tempuran sangat penting untuk menjaga stabilitas lingkungan sekaligus mendukung aktivitas pertanian masyarakat.
Ketua Kelompok Tani Bancaran Dukuh Duwet, Tubari, mengaku bersyukur atas dimulainya rehabilitasi tersebut. Hal senada juga disampaikan para petani, di antaranya Parni, Mustakim, Katiyo, dan Mispan, yang menyebut Dam Tempuran sebagai sumber utama irigasi bagi lahan pertanian mereka.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ponorogo, Masun, mengatakan pembangunan rehabilitasi dam disambut antusias oleh masyarakat karena memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan sektor pertanian.
“Pembangunan ini diharapkan selesai sesuai target yang telah ditetapkan dalam kontrak kerja sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat. Sektor pertanian menjadi salah satu yang paling membutuhkan optimalisasi fungsi dam untuk menjamin kelancaran pasokan air irigasi,” ujar Masun.
Masyarakat berharap proses rehabilitasi dapat berjalan tanpa kendala sehingga Dam Tempuran kembali berfungsi optimal sebagai penunjang irigasi dan meningkatkan kesejahteraan warga Desa Bancar. (Muh Nurcholis)





