Pembangunan Cagar Budaya Makam Syekh Qurotul ‘Ain Segera Direalisasikan

558

dutapublik.com, KARAWANG – Situs atau Cagar Budaya Makam Syekh Qurotul ‘Ain yang terletak di Desa Pulokalapa Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang, Jawa Barat, saat ini kondisinya akan segera dibangun atau dirapihkan secara bertahap.

Untuk mematangkan persiapan menjelang realiasasi pembangunan, pemerintah desa Pulokalapa melaksanakan sosialisasi dengan melibatkan unsur Pemdes dan elemen masyarakat lainnya.

Hal itu dilaksanakan dalam rapat minggon desa yang bertempat di aula desa Pulokalapa, pada Rabu (13/7).

Dalam kesempatan tersebut, Popon Patmawati, selaku kepala desa menyampaikan, bahwa rencana pembangunan Makam Syekh Qurotul ‘Ain memang sudah sangat dinantikan oleh masyarakat setempat.

“Alhamdulillah rencana pembangunan Makam Syekh Quro sudah mendekati realisasi. Saat ini kita akan melakukan perapihan sekaligus relokasi warung-warung yang ada di lingkungan Makam.”

“Ibu Bupati belum lama ini sudah menginstruksikan kepada Pemdes agar warung-warung segera dirapihkan, karena itu merupakan tahapan awal untuk rencana pembangunan Makam Syekh Quro,” ujarnya.

Sementara Aiptu Sujarwo, S.H., M.H., selaku Bhabinkamtibmas desa Pulokalapa menegaskan, agar pada saat pelaksanaan perapihan warung agar dilakukan sebaik mungkin demi menjaga kondusifitas.

“Kami dari pihak Polsek Lemahabang menyarankan agar para panitia pembangunan ataupun pelaksana agar bertindak secara humanis, agar para pemilik warung atau pedagang bisa secara sadar untuk segera memindahkan warungnya.”

“Hal ini perlu kami sampaikan sesuai dengan pesan Pak Kapolsek juga, karena pihak kami tidak mau mengganggu atau mematikan usaha mereka semua. Makanya sekali lagi kami tekankan agar dilakukan secara humanis demi menjaga kondisi kamtibmas yang kondusif,” imbaunya.

Keterangan Gambar 2: Peserta Minggon Desa Pulokalapa

Hal serupa disampaikan oleh Serda Sutarno, selaku Babinsa Koramil 0409/Telagasari, bahwa situasi Makam Syekh Quro ketika dilakukan pembangunannya nanti agar berjalan lancar dan aman.

“Upayakan agar pembangunan ini bisa berjalan lancar, semua unsur yang terlibat harus bekerja sama dengan baik agar warung yang akan direlokasi pemiliknya bisa sadar sendiri, terus lakukan sosialisasi dan pendekatan yang humanis,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Ade Caman, selaku petugas Juru Pelihara (Jupel) Kabupaten Karawang berharap kepada pihak yang terkait agar tetap memperhatikan kelestarian Cagar Budaya yang terdapat di lingkungan Makam Syekh Qurotul ‘Ain.

“Pesan saya selaku Jupel, agar pelaksana dan panitia pembangunan jika ingin merapihkan atau menebang beberapa pohon yang ada di lingkungan Makam, agar mengajukan terlebih dahulu. Karena lokasi itu dilindungi oleh Undang-Undang Cagar Budaya.”

“Jadi untuk panitia pembangunan harus selalu melakukan komunikasi dengan pihak yang berkepentingan di lingkungan Makam Syekh Qutotul ‘Ain, jangan ambil keputusan sendiri. Ini berdasarkan konsultasi saya dengan pihak bidang kebudayaan Disparbud Kabupaten Karawang,” ucapnya.

Elam Jajang Lesmana, selaku ketua BPD menambahkan, bahwa pihak BPD hingga saat ini belum menerima laporan atau informasi dari Pemdes terkait sudah mulainya rencana pembangunan Makam Syekh Qurotul ‘Ain.

“Hingga saat ini BPD belum menerima informasi baik lisan ataupun secara dokumen resmi terkait sudah berjalannya langkah awal pembangunan Makam Syekh Qutotul ‘Ain. Kami sarankan Pemdes agar segera meminta gambar atau dokumen lainnya ke pihak Pemkab tentang pembangunan Makam Syekh Quro. Ingat ini tidak bisa ditangani sendiri, karena harus ada team work yang solid, demi kelancaran pembangunan,” tegasnya.

Rapat minggon desa tersebut dihadiri oleh Kades Popon Patmawati, Bhabinkamtibmas Aiptu Sujarwo, S.H.  M.H., Babinsa AD Serda Sutarno, BPD, LPM, Jupel, Perangkat Desa dan unsur masyarakat lainnya. (N. Wirasasmita)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *