BRB 2025: Ratusan Ribu Pesilat SH Terate Doa Bersama Untuk Korban Bencana Alam di Sumatera

83

dutapublik.com, PONOROGO – Alun-alun Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (28/12/2025), kembali menjadi saksi kegiatan akbar Bumi Reog Berdzikir (BRB) 2025 yang digelar oleh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun Cabang Ponorogo. Kegiatan ini diikuti ratusan ribu pendekar silat warga SH Terate dari berbagai daerah di Nusantara.

BRB 2025 mengusung tema “Mewujudkan Sinergitas Budaya dan Religi dalam Bingkai Persaudaraan”. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Jenderal TNI (Purn.) Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M. (Penasihat Khusus Presiden Urusan Pertahanan), Irjen Pol. R. Ahmad Nurwahid (Staf Khusus Menko PMK), Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc. (Wakil Gubernur Jawa Timur), serta jajaran Forkopimda dan tokoh PSHT pusat maupun daerah.

Turut hadir pula R.H. Moerdjoko HW (Ketua Umum PSHT Pusat), H. Issoebijantoro, S.H. (Ketua Dewan PSHT Pusat), Hj. Lisdyarita, S.H. (Plt. Bupati Ponorogo), Letkol Arh Farauk Saputra, S.Sos., MMDS (Dandim 0802/Ponorogo), AKBP Andin Wisnu Sudibyo, S.I.K., M.H. (Kapolres Ponorogo), Dwi Agus Prayitno, S.H., M.Si. (Ketua DPRD Ponorogo), serta para ulama, kyai khos, dan pesilat dari berbagai penjuru daerah.

Dalam laporannya, Ketua PSHT Pusat Madiun Cabang Ponorogo, Moh. Komarudin, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan Bumi Reog Berdzikir telah dilaksanakan sejak tahun 2017 dan sempat terhenti pada masa pandemi Covid-19. Ia mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama memanjatkan doa demi keselamatan bangsa, khususnya menghadapi pergantian akhir dan awal tahun.

“Kami juga mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan saudara-saudara kita di wilayah Sumatera yang sedang tertimpa musibah agar diberikan ketabahan dan keselamatan,” ujarnya.

Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, S.I.K., M.H., membacakan sambutan Kapolda Jawa Timur. Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa Bumi Reog Berdzikir bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam. Insan pencak silat tidak hanya dikenal sebagai insan bela diri, tetapi juga insan yang religius dan berakhlak.

Ia juga menegaskan bahwa PSHT merupakan aset bangsa yang memiliki peran strategis sebagai cooling system dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta diharapkan mampu bersinergi dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

Plt. Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini sejak awal digagas sebagai doa bersama untuk menyikapi banyaknya bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Pada BRB 2025 ini, doa bersama difokuskan untuk para korban bencana sekaligus memohon agar Ponorogo senantiasa diberikan keselamatan dan dijauhkan dari marabahaya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., menekankan bahwa nilai jiwa ksatria insan pencak silat harus diwujudkan dalam bentuk manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, Drs. H. R. Moerdjoko Hadi Wiyono, menyampaikan bahwa keluarga besar PSHT telah menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana alam berupa barang dan donasi dengan total nilai sekitar Rp5 miliar.

Orasi kebangsaan disampaikan oleh Jenderal TNI (Purn.) Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., yang mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat agar diberi kekuatan dan ketabahan.

Dzikir dan doa bersama dipimpin oleh Kyai Ansor M. Rusdi, dilanjutkan doa dari sembilan kyai dan pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Ponorogo. (Muh Nurcholis)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *