dutapublik.com, TANGGAMUS – Kepala Sekolah SMK Erlangga Kota Agung Lidia diduga sengaja tahan dana Program Indonesia Pinter (PIP) siswa kelas 11-12 hal ini dikuatkan dengan bukti rekening siswa penerima bantuan tersebut.

Keterangan gambar : dua bukti print out rekening koran BNI KCP Talang Padang
Dengan buku rekening siswa yang selama ini dikuasai oleh pihak Sekolah bukan tidak mungkin saldo yang di dalam rekening tersebut ikut serta dikuasai juga.
Pasalnya dengan ditemukan hasil print out dari pihak BNI KCP Talang Padang telah ditemukan saldo masuk senilai 1000.000 rupiah pada tanggal 02 September 2022, adapun saldo tersebut di tarik pada tanggal 13 September 2022 senilai Rp. 1000.000. Begitu juga di tahun 2023 saldo masuk senilai Rp. 500.000 ribu.
Sumpeno wali siswa SMK Erlangga mengatakan dari awal saya memang sudah curiga sama pihak Sekolah kerena alasan mereka sama sekali tidak masuk akal masa iya buku rekening mau dijadikan arsip. Kalau cuma arsip copynya kan bisa tidak harus aslinya, yang saya heran kan anak saya ini dari SD, SMP dapat bantuan PIP setelah di SMK sejak Kelas 10 – 11 anak saya gak dapat setelah Lulus anak dapat bantuan PIP sedangkan buku rekening nya saya belum pernah melihat,” beber Peno Rabu (31/5).
“Sekarang kenapa saya mempertanyakan buku rekening PIP anak saya kepada pihak sekolah, terutama kepada kepala Sekolah SMK Erlangga, untuk meminta buku rekening itu kan alasan nyelip segala sepertinya ada yang disembunyikan oleh pihak Sekolah terlalu banyak alasan,” imbuhnya.
Lanjut Sumpeno, setelah buku rekening PIP anak saya di kasih kan oleh pihak Sekolah Selang beberapa hari dari diserahkannya
buku tersebut, saya datang ke Bank BNI KCP Talang Padang untuk mengecek, buku tersebut apa benar anak saya selama Sekolah di SMK Erlangga ini cuma sekali dapat PIP itu pun sesudah lulus?
“Setelah saya cek dan minta di print rekening koran nya oleh pihak Bank ternyata saldo rekening tersebut bukan hanya di kelas tiga saja mendapatkan dana Program Indonesia Pintar (PIP) ternyata dari kelas dua ada saldo masuk senilai Rp.1.000.000,rupiah, “terang Sumpeno.
” Yang jelas anak saya dapat PIP itu dari kelas 11 tapi pihak sekolah tidak pernah memberitau kami selaku orang tua siswa pada intinya alasan pihak Sekolah untuk arsip itu tidak pas yang mereka takut ketauan setelah ketauan satu bisa saja ini melebar, pada dasar nya kita tidak boleh mengatakan mereka itu salah tapi nanti ada tempatnya yang menyatakan salah atau tidaknya.
“Saat awak media mendatangi Sekolah SMK Erlangga guna konfirmasi terkait adanya dugaan dana PIP siswa yang di tahan oleh pihak sekolah Pada Senin (29/5).
Selaku Kepala Sekolah L saat di konfirmasi diruang kerjanya menjelaskan mengingat sebelumnya masih banyak yang masih belum diselesaikan oleh siswa terkait administrasi mereka, maksud saya dana bantuan PIP yang mereka dapat itu untuk membayar tunggakan siswa bagi yang kelas 12 mengingat sekarang sebentar lagi Ijazah mereka akan kita bagikan. begitu juga untuk yang kelas 10 – 11 jelasnya.
“Yang jelas terkait PIP itu nanti akan kami jelaskan semua sama orang tua siswa kalau siswa yang masih ada tunggakan sewalau pun dana PIP yang mereka terima itu belum cukup untuk melunasi biaya mereka yang ada di Sekolah kita liat dulu kekurangan tersebut,” ungkapnya.
“Begitu juga sebaliknya bagi siswa penerima PIP kalau mereka sudah tidak ada tunggakan lagi yang harus mereka bayarkan kami dari pihak Sekolah pun akan memberikan dana PIP pada mereka, entah itu sisa dari batuan tersebut,” pungkasnya. (Sarip).


