dutapublik.com, KARAWANG – Suhanta, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat KOmunitas Rakyat Ekonomi Kecil (LSM Korek) Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten Karawang kecewa, karena surat kompirmasi yang dilayangkan kepada Kecamatan Pakis Jaya malah dibalasnya dengan via Whats App oleh Camat pada hari, Kamis (16/9).
Suhanta mengaku kecewa dengan balasan surat kompirmasinya dengan via WhatsApp oleh Camat Pakis Jaya, ia menyampaikan bahwa seharusnya diundang untuk bertemu dan berikan pernyataan secara jelas bukanĀ lewat pesan.
“Apa wajar surat kompirmasi di balas pesan? Sangat kurang elok seorang camat membalas lewat pesan Whats App, kurang sopan..,” ungkap Suhanta kepada Awak Media dutapublik.com.
Dengan balasan seperti itu Suhanta mengatakan, bahwa hal tersebut seperti anak SD saja (Sekolah Dasar -Red), sampai kata Camat “Geus nyerah” (Sudah nyerah -red Bahasa Sunda).

Keterangan Gambar : Surat Dari LSM Korek DPC Kabupaten Karawang Untuk Camat Pakis Jaya
“Mana ada Camat kaya gitu sampai bilang nyerah, nyerah kenapa emangnya sih? Kan banyak solusinya. Masih bisa kok kita dorong untuk anggaran ke Pemkab, jika camatnya mau duduk bersama,” ucap Suhanta.
Menurut Suhanta, ada hal yang menarik dari pernyataan Camat dalam pesan singkatnya. Bahwa pihak Kecamatan Pakisjaya kekurangan anggaran 75 hingga Rp.100 juta.
“Kata Camat pelaksanaan Vaksin Covid sampe 31 Desember dan di hitung hitungan kasar sama pihak Kecamatan kalo menurutnya bakal kekurangan anggaran 75 – 100 juta,” ujarnya.
Dalam pernyataan yang disampaikan Suhanta tersebut, ia merasa di permainkan Camat Kecamatan Pakisjaya dan menganggapnya bukan LSM yang mengkompirmasi melainkan anak SD.
“Kalo emang mau rampung dan jelas sok undang saya, kita duduk bersama, agar saya bisa bantu. Bukan kaya gini,” pungkasnya. (Radi)





