dutapublik.com, MITRA – Akibat curah hujan yang beritensitas tinggi yang melanda wilayah Teritorial Kodim 1302/Minahasa dalam beberapa hari terakhir ini, sampai hari ini di Kelurahan Nataan Kecamatan Ratahan Kabupaten Minahasa Tenggara Provinsi Sulawesi Utara usai diterjang Banjir Bandang, pada Senin (20/9) kemarin pada pukul 15.05 Wita.
Banjir bandang tersebut terjadi dikarenakan Sungai Palaus yang tidak mampu lagi menampung debit air yang bercampur material dan pohon-pohon kayu yang terbawa oleh arus deras sungai dari bukit tersebut yang bercampur lumpur, melewati jembatan Nataan sehingga meluap mengalir deras dijalan raya yang menghubungkan Kabupaten Mitra dan Kabupaten Minahasa.
Terpantau pada pukul 16.00 Wita, Dinas BPBD Kab. Mitra, Polres Mitra dan Personel Koramil Ratahan beserta Bupati Mitra tiba dilokasi kejadian guna melaksanakan pemantaun perkembangan situasi dan upaya darurat.
Aakibat kejadian ini dilaporkan terdapat dua unit Rumah Panggung terbuat dari Kayu hanyut terbawa arus, satu unit bangunan tempat usaha/Bengkel juga ikut hanyut Di Desa Wioi Kecamatan Ratahan Timur, Kabupaten Mitra juga ikut merasakan dampaknya.

Keterangan Gambar 2 : Tim Gabungan Bersama Masyarakat Saat Membersihkan Material Banjir Bandang
Tujuh Unit rumah Permanen terendam material banjir, dikabarkan pula bahwa satu Orang atas nama Welly Nangi (60), Kristen, Tani, Alamat Lingk-IV Kelurahan Nataan dinyatakan hilang dan sampai sekarang masih dalam pencarian oleh Tim SAR beserta gabungan TNI-Polri.
Komandan Kodim 1302/Minahasa Letnan Kolonel Inf Herbeth Andi Amino Sinaga S.I.P., menegaskan kepada seluruh Jajarannya agar dalam menghadapi cuaca ekstrem seperti sekarang ini, hendaknya setiap Koramil lebih meningkatkan kewaspadaan dan antisipsi bila terjadi bencana.
“Hari ini wilayah di Teritorial kita, yaitu Kabupaten Minahasa Tenggara diterjang banjir bandang, hal ini tentunya lebih mengasah kepekaan kita terhadap cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini,” katanya.
Oleh karena itu Ia memerintahkan kepada seluruh jajarannya agar terus memonitor wilayah teritorial masing-masing.
“Jika terjadi bencana alam seperti banjir, tanah longsor, segera lakukan koordinasi dengan aparat terkait dan dilaporkan secara hirarki agar dapat segera diambil langkah dan upaya penanggulangan terhadap bencana tersebut,” tandasnya. (Effendy V. Iskandar)





