dutapublik.com, KARAWANG – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karawang, Wahidin, nyaris jadi bulan-bulanan aksi bar-bar anggota ormas islam radikal di kantornya. Parahnya lagi Wahidin sampai diludahi oleh salah satu anggota Ormas Islam radikal pada Senin (27/9) siang.
Puluhan anggota ormas yang mayoritas berseragam putih itu menggeruduk kantor Diskominfo di kawasan Islamic Center, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat.
Kedatangan mereka untuk menemui Kadiskominfo benama Wahidin, karena diduga telah menghina cucu Nabi Muhammad, Habib Rizieq Shihab, lewat sticker WhatsApp, beberapa waktu lalu.
Seorang anggota ormas bernama Sahid bahkan sempat membentak Wahidin dengan nada keras sambil memukul meja di ruangan mediasi. Beruntung aksi itu masih bisa diredam dan ditengahi oleh Kasat Intel Polres Karawang, AKP Manurung.
“Demi Allah tidak terima, sudah sakit imam saya dipenjara, tolong jelaskan, jangan memancing, jangan ketawa-ketawa,” ujar Sahid, sambil berteriak disusul lantunan takbir dari peserta yang hadir.
Sementara itu, Wahidin sebagai Kadiskominfo membantah bahwa dirinya menghina Habib Rizieq. Menurut Wahidin, sticker yang ia kirimkan di grup whatsap internal Kominfo itu tak sedikitpun bemaksud melecehkan atau menghina HRS.
“Saya mohon maaf tidak ada niat menghina atau melecehkan, dan saya tidak tahu kalau stiker itu adalah stiker (begambar) HRS,” ucap Wahidin.
Untuk diketahui, stiker yang dipermasalahkan tersebut bergambar mirip Habib Rizieq Shihab namun dengan fose yang tekesan jadi bahan lelucon sehingga mengundang kemarahan.
Kasus tersebut berakhir dengan damai dimana Wahidin membuat surat penyataan di atas materai dan bejanji tidak akan mengulangi kasus serupa di kemudian hari. (uya)





