dutapublik.com, PONOROGO – Upaya nyata DPC Partai Gerindra Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dalam membentuk karakter serta kepemimpinan kader militan terus digelorakan. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pembinaan internal guna merebut simpati rakyat, dengan menggelar kegiatan pendidikan politik dan konsolidasi organisasi.
Pada Selasa malam (16/12/2025), DPC Partai Gerindra Kabupaten Ponorogo menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Politik dan Konsolidasi Organisasi yang berlangsung di Desa Sidoharjo, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Sekitar 220 orang pengurus dan kader Gerindra tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Kegiatan ini dihadiri dan dipimpin langsung oleh Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Ponorogo, Drs. Supriyanto, bersama jajaran pengurus DPC Partai Gerindra Kabupaten Ponorogo.
Dalam arahannya, Supriyanto menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema pendidikan politik dan konsolidasi organisasi sebagai upaya penguatan internal partai.
“Penataan internal DPC Partai Gerindra Kabupaten Ponorogo sangat diperlukan untuk memperkuat partai politik sekaligus mengawal jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” tutur Kang Pri, sapaan akrab Drs. Supriyanto.
Lebih lanjut, Kang Pri menegaskan bahwa kader Gerindra harus memiliki militansi tinggi dan siap menjadi pemimpin yang berani, kreatif, inovatif, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Dalam berbagai momentum pesta demokrasi, Gerindra Ponorogo menargetkan perolehan suara maksimal sekaligus menyiapkan kader terbaik untuk menjadi calon pemimpin,” jelasnya.
Melalui pelaksanaan pendidikan politik dan konsolidasi organisasi ini, Kang Pri berharap seluruh kader dan pengurus memiliki wawasan yang semakin luas dan matang.
“Dengan begitu, para kader dan pengurus siap menghadapi berbagai pesta demokrasi, baik di tingkat daerah maupun nasional,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa DPC Gerindra Ponorogo berkomitmen menyiapkan kader yang bermanfaat, tidak hanya bagi kepentingan partai, tetapi juga bagi masyarakat luas.
“Kami juga ingin melakukan penyegaran dan regenerasi kepemimpinan. Sudah saatnya kaum muda menggantikan generasi lama,” pungkasnya. (Muh Nurcholis)





