dutapublik.com, JAKARTA – Polda Metro Jaya siap dalami proses dugaan pembunuhan atas kematian yang mencurigakan yang terjadi pada tahun 2016 silam, berdasarkan laporan anak kandung korban. Korban bernama Astina Sitompul, dan diketahui tinggal bersama cucunya saat kematian.
Astina Sitompul sebagai janda ditinggal mati suami pensiunan PNS Departemen Tenaga Kerja, memiliki 8 pintu rumah/kamar kontrakan dan juga mendapatkan hak gaji pensiunan janda dari hak alm. Suaminya (alm. Drs. Letda Inf. A. Aruan) yang diketahui berpangkat Letda TNI AD melalui pendidikan WAMIL, dan mengajukan pengkaryaan pindah ke PNS.
Kematian Astina Sitompul diduga tidak wajar, karena ada sesuatu hal yang disembunyikan dan ditutupi oleh orang yang ada di dekat almarhumah disaat kematiannya, ungkap YN anak kandung Astina Sitompul.
Dugaan kematian yang tidak wajar tersebut telah dilaporkan oleh YN ke Polda Metro Jaya dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/6063/XII/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA, pada tanggal 03 Desember 2021, dan telah mendapat perintah PENYELIDIKAN dengan Nomor : SP.LIDIK/3904/XII/2021 Ditreskrimum, pada tanggal 15 Desember 2021.
“Saksi-saksi sudah dipanggil untuk diklarifikasi dan dimintai keterangannya sejak tanggal 23 Desember 2021 yang lalu, saat ini penyidik sedang mendalami dan mengumpulkan informasi dan bukti dari para saksi yang dipanggil,” ungkap YN tadi malam melalui komunikasi telepon, beberapa waktu lalu.
“Saya berharap rekan-rekan media berkenan untuk membantu Mengwal Proses Kasus ini,” lirihnya.
“Melalui publikasi media ini, saya juga meminta pihak berwajib dan kontrol sosial lainnya untuk melindungi saya dari pihak-pihak yang selalu menteror, mempersekusi, dan mengganggu saya di tempat tinggal saya saat ini yang terjadi sejak tahun 2016 (sejak kematian almarhumah hingga saat ini),” ungkap YN.
“Karena, saya pernah menjadi korban KDRT sampai operasi akibat babak belur patah tulang hidung dan luka sobek, tapi pelaku hanya mendapatkan sanksi hukuman percobaan 3 bulan tanpa menjalani pada putusan hakim saat sidang di PN Jakarta Utara,” ungkap YN.
Pada hari kematian Astina Sitompul, diketahui bahwa ia sehat wal afiat bahkan masih ngobrol dengan para tetangga di rumah kontrakan miliknya dan disaksikan banyak orang.
“Dan berdasarkan data medis, almarhumah tidak memiliki penyakit kronis atau penyakit bawaan/keturunan,” ungkap YN.
Marsda TNI Subandi Parto, S.H., M.H., M.B.A., sebagai mantan Oditur Jenderal dan eks. Kadiskum AU, sangat mendukung, memonitor dan mengawal Proses Kasus ini.
“Lanjutkan, bersihkan oknum yang membacking, TNI POLRI harus bersih, jika ada oknum TNI membacking, saya lawannya,” tegas Subandi saat dimintai keterangannya oleh media di tempat berbeda. (SS)





