Gadis 13 Tahun Dicabuli Bandar Tramadol, Modusnya Iming-Iming Uang Jajan

581

dutapublik.com, BEKASI – Bunga(13) nama samaran gadis belia warga Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, menjadi korban pelecehan seksual bandar obat tramadol dan eximer berkedok warung kelontong. Aksi bejat pelaku langsung dilaporkan orang tua korban ke unit PPA Polres Metro Bekasi.

Peristiwa memilukan yang dialami korban terjadi saat korban yang usai sekolah membantu mencuci piring di salah satu rumah makan yang diketahui tidak jauh dari tempat pelaku menjual obat jenis tramadol dan eximer.

Di rumah makan tersebut korban berkenalan dengan pelaku Naca (25), yang tanpa curiga memberikan nomor handphone miliknya. Hingga keduanya kerap kali berkomunikasi yang akhirnya dengan iming – iming akan diberikan uang jajan, korban bersedia diajak keluar dengan alasan untuk jalan – jalan.

Bukanya di ajak jalan, dengan dibonceng sepeda motor, pelaku membawa korban ke tempat kosnya dengan dalih mengambil barang yang tertinggal.

Saat berada di dalam kamar kos tersebut dan di bawah ancaman, pelaku langsung melakukan pelecehan dan menyetubuhi korban. Usai menyetubuhi dan melecehkannya pelaku langsung mengantar korban ke tempat tinggalnya.

“Saya curiga melihat perubahan putri saya usai diajak jalan pelaku, karena kerap murung dan takut bertemu dengan orang laki -laki,” ucap Hamdani orang tua korban dengan nada sedih.

Dijelaskan Hamdani, putrinya langsung ditanya dan mengaku bahwa telah di lecehkan dan disetubuhi pelaku saat berada di dalam rumah kosnya.

“Saya sangat kaget dan sedih setelah putri saya mengaku telah dilecehkan dan disetubuhi pelaku tanpa kenal bekas kasihan padahal anaknya masih di bawah umur,” beber Hamdani dengan nada terbata – bata menahan rasa sedihnya.

Sampai saat ini korban masih nampak trauma dan takut untuk keluar rumah akibat kejadian yang menimpanya, dan keluarga berharap pada pihak kepolisian Polres Metro Bekasi khususnya bagian Perlindungan Perempuan dan Anak, untuk segera menangkap pelaku karena khawatir akan ada korban lainnya.

“Yang saya ketahui pelaku masih berjualan obat – obatan berkedok warung kelontong, dan saya takut pelaku akan melarikan diri,” tandas Hamdani yang kondisinya berjalan dengan menggunakan tongkat. (Rahmat/Jabar)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *