Gubernur Sulut Yulius Selvanus Tutup Kegiatan Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah Se-Sulut

136

dutapublik.com, SULUT – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, menyampaikan sejumlah pernyataan menarik saat menutup kegiatan Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB se-Sulut di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulut, Selasa (18/3/2025).

Dalam arahannya di hadapan ratusan kepala sekolah, Yulius Selvanus menekankan pentingnya kepemimpinan yang dapat diterima oleh bawahan. Ia menyatakan bahwa ke depan perlu ada kesempatan lain untuk berkumpul kembali guna memperdalam pemahaman tentang kepemimpinan yang efektif.

“Saya tidak tahu apakah saya sudah diterima atau belum sebagai pemimpin. Saya juga tidak perlu tahu. Pada Pilkada, saya mendapat 36 persen suara, artinya masih banyak yang tidak mendukung saya, termasuk mungkin beberapa di ruangan ini. Tapi itu masa lalu. Saya tegaskan, saya tidak akan mengganti kepala sekolah yang ada sekarang, tetapi saya harap semuanya kembali ke jalur yang benar,” ujar Ketua DPD Partai Gerindra Sulut tersebut.

Lebih lanjut, Gubernur menekankan pentingnya loyalitas dalam kepemimpinan.

“Bapak dan Ibu, loyalitas itu penting. Sekarang saya adalah pemimpin kalian, maka sudah sepatutnya kalian loyal kepada saya,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa seorang pemimpin sejati tidak takut diganti.

“Pemimpin sejati tidak takut kehilangan jabatan. Jika perlu, ia bahkan siap mempertaruhkan nyawanya untuk kepentingan anak buah dan pencapaian tujuan bersama. Jadi, tidak perlu takut. Jabatan itu kecil nilainya dibanding perjuangan yang lebih besar,” katanya.

Gubernur menegaskan bahwa dalam organisasi, regenerasi dan reorganisasi harus berjalan secara berkelanjutan.

“Organisasi tidak boleh stagnan. Pergantian dalam jabatan itu hal yang biasa. Jika kita terus bertahan di satu posisi, kapan kesempatan bagi generasi berikutnya untuk naik? Jadi, tidak perlu takut dengan pergantian jabatan,” ujarnya.

Ia juga menyinggung bahwa banyak yang menginginkan posisi eselon II dan III di pemerintahan.

“Siapa tahu ada kepala sekolah yang bisa masuk ke eselon tersebut. Begitu juga dengan guru-guru yang ingin masuk ke Dinas Pendidikan. Tapi, jika ingin tetap menjadi kepala sekolah, pastikan lingkungan sekolah, termasuk toilet, selalu bersih. Ini bukan hanya perintah saya, tetapi juga perintah Presiden,” tambahnya.

Acara penutupan Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah ini turut dihadiri oleh Kepala BPMP Sulut Febri Dien, Sekdaprov Sulut Steve Kepel, Asisten I Setdaprov Sulut Denny Mangala, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut Femmy J. Suluh beserta jajaran, serta 431 kepala sekolah dari total 462 sekolah SMA, SMK, dan SLB di Sulut, baik negeri maupun swasta.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kompetensi kepala sekolah di Sulut semakin meningkat, sehingga mampu menciptakan sistem pendidikan yang lebih berkualitas dan berdaya saing. (Effendy)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *