dutapublik.com, JAKARTA – Siapa tidak kenal Panda Nababan? Mantan anggota DPR yang bekas Narapidana Tipikor karena terima gratifikasi kasus pemilihan Gubernur BI? Koruptor tua yang akhir-akhir ini menyudutkan Presiden Jokowi, karena meninggalkan PDIP. Panda Nababan, sebelumnya sesumbar mengajukan gugatan pencemaran nama baik ke Pengadilan dan menuntut 100 miliar rupiah ganti rugi kepada, Alvin Lim, dan ingin menyita kantor LQ Indonesia Law Firm, atas kritikan keras, Alvin Lim, terhadap dirinya dan majalah Forum Keadilan miliknya.
Kadiv Humas LQ Indonesia Law Firm Advokat Bambang Hartono, S.H., M.H., menanggapi santai mengenai hal itu.
“Ketua LQ Indonesia Lawfirm, Alvin Lim, sudah tahu gugatan diajukan kembali di PN Bekasi oleh, Panda Nababan. Padahal, sebelumnya telah ditolak oleh Majelis Hakim PN Tangerang. Melihat gugatan tidak bermutu yang diajukan oleh, Panda Nababan, dan kuasa hukumnya yang tidak kompeten, Alvin Lim, bahkan tidak pernah hadir dan menggubris gugatan sampah tersebut. Hasilnya, Majelis Hakim dari tingkat PN, PT, hingga MA, menolak gugatan tersebut karena cacat formiil. Menandakan penggugat tidak tahu cara dan aturan mengajukan gugatan yang benar,” ujarnya, dalam pers rilis, pada Senin (13/11).
Dijelaskan, Bambang, sebelumnya juga, gugatan, Panda Nababan, pernah diajukan di PN Tangerang, atas tuduhan yang sama. Tidak tanggung-tanggung, Panda Nababan, minta ganti rugi 100 miliar rupiah dan meminta Hakim menyita kantor hukum LQ Indonesia Law Firm.
“Hasilnya nihil. Gugatan ditolak Hakim, karena cacat formil, yaitu kompetensi relatif. Panda Nababan, dianggap Hakim salah menggugat di PN Tangerang. Lucu, kalo melihat kakek pikun yang bau tanah merasa dirinya berharga 100 miliar untuk nama baiknya. Padahal, waktu menjabat sebagai DPR, dia terima suap dan mengkhianati negara dan sumpah jabatannya dengan nilai beberapa miliar saja. Udah tua bangka masih mau memeras orang lain dan mencelakai orang. Sialnya, dia ketemu, Alvin Lim. Diketawaiin aja melihat ulahnya,” bebernya.
Alvin Lim, lanjut, Bambang, walau mengetahui dirinya digugat kembali oleh, Panda Nababan, di PN Bekasi, mengabaikan panggilan sidang.
“Seharusnya, jika tergugat bahkan tidak pernah hadir, penggugat malah leluasa untuk mendapatkan putusan Verstek. Karena tidak ada perlawanan dari pihak tergugat. Lah, ini gugatannya malah ditolak dari tingkat PN hingga Mahkamah Agung. Berarti gugatan tidak bermutu dan kuasa hukum, Panda Nababan, tidak paham cara buat gugatan. Sekolah hukum makanya yang benar. Jangan selalu pakai jabatan dan merasa berkuasa. Ketemu lawan berbobot, ditolak deh gugatannya.” candanya.
Bambang mengungkapkan, Panda Nababan, dan majalah Forum Keadilan, sering memuat berita yang menyudutkan dan menjelekkan, Alvin Lim, Maka, dalam WA grup Klien LQ, ketika ada yang menyampaikan ada berita, Alvin Lim, di majalah Forum Keadilan, dijawab oleh Kadiv Humas LQ Indonesia Law Firm saat itu Sugi, “Majalah konten sampah, milik, Panda Nababan, mantan Koruptor. Koruptor dan pengkhianat bangsa kok sok-sokan kritik ketua kami, Alvin Lim. Ga tahu malu.” Atas komentar tersebut di grup WA tertutup, Alvin Lim, malah dilaporkan Polisi dan digugat, Panda Nababan. Namun, LP, Panda Nababan, tidak digubris Kepolisian. Karena tuduhan sampah dan gugatan juga ditolak Hakim karena cacat formiil. Putusan kasasi MA nomor 2663/K/PDT/2023, Selasa, 24 Oktober 2023, putusan TOLAK.
“Selama ini, Panda Nababan, dengan jabatan anggota DPR sok dan arogan, salah ketemu lawan ketua LQ Indonesia Law Firm, keok semua Laporan Polisi dan gugatan tidak berbobotnya. Memang benar kata mantan Kadiv Humas LQ, Materi Sampah. Mantan Koruptor gak ngerti hukum, kok buat majalah bertajuk hukum. Dagelan ini mah,” tutupnya. (Red)






