dutapublik.com, BLORA – Bupati Blora H. Arief Rohman, S.I.P., M.Si. mengungkapkan, bahwa Pemerintah Kabupaten Blora akan terus mendukung pendidikan keagamaan untuk berkembang.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri pengajian umum dalam rangka Haflah Akhirussanah dan menyambut bulan Suci Ramadhan bersama KH. Anwar Zahid, di Desa Kebonrejo Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora, pada Rabu (30/3). Acara tersebut diselenggarakan oleh Madrasah Diniyyah Sunan Geseng dan TPQ Al-MA-Hadul Qur’an, Banjarejo.
Sebagai bentuk keseriusannya untuk memajukan Pondok Pesantren, Pemkab juga akan menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pondok Pesantren.
“Pemkab akan terus mendukung upaya pendidikan keagamaan, termasuk tahun ini kami akan membuat Perda tentang Pondok Pesantren. Upaya ini dilakukan dalam rangka mendukung pendidikan di Pesantren untuk anak-anak kita di Blora,” ujarnya.
Dikatakan Arief, kemudian Pemkab juga menaruh perhatian kepada Guru Ngaji, Madin dan TPQ. Rencananya insentif bagi mereka akan terus ditingkatkan.
“InsyaAllah insentif Guru Ngaji, Madrasah Diniyah dan TPQ secara bertahap akan terus kita naikan. Semoga nanti bisa mencapai sekitar satu juta, sebelum lebaran akan diberikan,” katanya.
Arief menyampaikan, agar para orang tua untuk tidak perlu khawatir untuk menyekolahkan anaknya di Madrasah.
“Jangan khawatir, kalau anak saya disekolahkan di Madrasah jadi apa? Saya juga lulusan Madrasah ini. Alhamdulillah jadi Bupati. Nggih Saged,” terangnya.
Termasuk, Bupati juga berkeinginan agar para Pelajar di Kabupaten Blora khususnya yang beragama Islam untuk bisa Mengaji.
Selain sektor pendidikan dan keagamaan, Arief juga berencana akan melakukan pembangunan infrastruktur yang ada di wilayah tersebut.
Dijelaskannya, anggaran Pemerintah untuk kegiatan infrastruktur di Kabupaten Blora pada tahun ini mencapai 280 miliar.
“Mohon doanya InsyaAllah program prioritas kita di tahun 2022 ini adalah pembangunan infrastruktur jalan, termasuk jalan antara Banjar-Kebonrejo. InsyaAllah nanti akan dibangun tahun ini. Kita anggarkan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Blora hampir sekitar 280 miliar tahun ini,” jelasnya.
Sementara itu, KH. Anwar Zahid menyampaikan, bahwa saat ini pendidikan di Madrasah Diniyah, TPQ dan Pondok Pesantren menjadi salah satu solusi.
“Akhir-akhir ini pilar-pilar utama pendidikan mulai banyak diragukan. Sehingga TPQ dan Madrasah Diniyah dan Pondok-Pondok Pesantren bagi umat Islam adalah solusi terbaik,” ungkapnya.
Seperti halnya, kata Arief, peran orang tua, lingkungan masyarakat, sekolahan hingga masyarakat yang belum berfungsi secara optimal.
“Orang tua juga harusnya memberi contoh, jangan hanya sekedar disebutkan contohnya,” ucapnya.
KH. Anwar Zahid juga mengapresiasi adanya perhatian dari Pemkab kepada Guru TPQ dan Madin.
“InsyaAllah dipikirkan Pak Bupati. Alhamdulillah beliau sudah menganggarkan, InsyaAllah untuk Guru-Guru TPQ dan Madin anggarannya akan ditambah,” imbuhnya.
Pihaknya juga mendoakan agar TPQ dan Madin tersebut nantinya dapat terus berkembang.
“Kulo Dongakke TPQ Al Ma Hadul Qur’an dan Madrasah Diniyah Sunan Geseng nantinya dapat berkembang menjadi Pondok Pesantren,” tuturnya. (Ysn)






