Jembatan Gantung Terancam Ambruk, Kades Balonggandu Harapkan Pihak BBWS Segera Realisasikan Pembangunan Bronjong

366

dutapublik.com, KARAWANG – Tingginya intensitas curah hujan yang turun pada awal bulan Februari-Maret 2023, telah menyebabkan beberapa wilayah di Desa Balonggandu Kecamatan Jatisari Kabupaten Karawang tergenang air dan tanah longsor di sepanjang bantaran sungai Ciherang, dan yang paling parah adalah longsoran yang terjadi di sekitar jembatan gantung.

Seperti diketahui, jembatan gantung yang berlokasi di Dusun Kertajaya desa Balonggandu merupakan akses jalan yang sangat vital, karena merupakan satu-satunya akses jalan penghubung antar dusun maupun antar desa. Volume kendaraan roda dua yang melintasi jembatan gantung tersebut setiap hari sangat padat.

Namun, saat ini para pengguna jembatan gantung sedikit dihantui perasaan takut dan was-was pada waktu melintasi jembatan tersebut. Kekhawatiran para pengguna jembatan ini akibat adanya longsoran yang cukup signifikan di bahu dan di bawah jembatan akibat tergerus air aliran sungai Ciherang yang sangat besar.

Keterangan Gambar 2: Longsor Yang Terjadi
Di Sekitar Area Jembatan Gantung

Jika dilihat dari kondisinya, tidak menutup kemungkinan jembatan gantung terancam ambruk apabila tidak segera ada penanganan yang komprehensif.

Beberapa warga yang ditemui awak media dutapublik.com di sekitar lokasi berharap, agar pihak Pemdes segera melakukan langkah-langkah preventif guna menghindari bahaya yang lebih besar lagi yaitu ambruknya jembatan gantung.

“Kami berharap pihak Pemdes untuk segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menghindari ambruknya jembatan gantung. Karena, bagi kami, jembatan gantung sangat vital dalam mendukung aktivitas kami sehari-hari,” harapnya.

Keterangan Gambar 3: Beberapa Pohon Turut Tergerus Aliran Sungai Ciherang

Sementara, Anto Suheryanto, selaku Kades Balonggandu saat ditemui di ruang kerjanya, membenarkan adanya longsoran di sekitar area jembatan gantung. Dan dia pun mengakui sudah ada beberapa warga yang datang menemuinya dengan maksud menyampaikan permintaan agar segera ada tindakan positif terhadap kondisi terkini di sekitar jembatan gantung.

“Saya beserta staf sudah melihat kondisi yang terjadi di sekitar jembatan gantung, dan beberapa warga pun pernah datang ke sini untuk menyampaikan aspirasinya terkait hal tersebut,” katanya.

Anto Suheryanto mengatakan, bahwa pihaknya memaklumi kekhawatiran warganya karena memang jembatan gantung tersebut sangat vital sebagai akses jalan penghubung antar dusun maupun antar desa.

Keterangan Gambar 4: Titik Longsor Sudah Menyentuh Ujung Jembatan Gantung

“Kita memahami kekhawatiran para warga di sana, karena memang jembatan gantung tersebut sangat penting sebagai akses jalan penghubung,” ujarnya.

Dijelaskan Anto Suheryanto, bahwa Pemdes Balonggandu sebenarnya sudah mengajukan proposal pembangunan Bronjong di area jembatan gantung ke pihak BBWS sejak akhir tahun 2022 lalu. Dan berharap pembangunan Bronjong tersebut dapat segera terealisasi mengingat ancaman ambruknya jembatan gantung sudah di depan mata.

“Kita harus akui bahwa masalah jembatan gantung tidak bisa terkaper oleh anggaran Dana Desa mengingat biayanya yang sangat besar. Dan kita sebenarnya sudah mengajukan proposal pembangunan Bronjong ke pihak BBWS sejak akhir tahun 2022 lalu. Saya berharap, pihak BBWS untuk dapat merealisasi hal tersebut secepatnya,” pungkasnya. (Endang Andi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *