Jembatan Perintis Garuda Segera Dibangun, Akses Bungkal-Belang Ponorogo Makin Lancar

79

dutapublik.com, PONOROGO – Kodim 0802/Ponorogo melaksanakan kegiatan ground breaking (peletakan batu pertama) pembangunan Jembatan Perintis Garuda di tiga lokasi serta satu proyek jembatan beton di wilayah Kabupaten Ponorogo, Senin (30/03/2026).

Kegiatan ground breaking diawali dengan zoom bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin. Turut hadir Danrem 081/Dsj Kolonel Arm Untoro Hariyanto, Asisten I Pemkab Ponorogo, Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, serta unsur terkait lainnya.

Selanjutnya, Komandan Kodim 0802/Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra, S.Sos., M.MDS., para camat, dan masyarakat dari desa lokasi pembangunan juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Adapun tiga titik pembangunan Jembatan Perintis Garuda berada di Kecamatan Bungkal, Jambon, dan Sambit. Sementara satu proyek jembatan beton dibangun di Kecamatan Slahung.

Dandim 0802/Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra menjelaskan bahwa proyek pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dan komando atas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Ini merupakan ground breaking untuk tiga jembatan perintis di Kecamatan Bungkal, Jambon, dan Sambit, serta satu jembatan beton di Slahung,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang menyoroti akses masyarakat, khususnya anak-anak sekolah yang harus menyeberangi sungai tanpa jembatan.
“TNI AD merespons cepat agar jembatan segera dibangun, terutama di lokasi yang belum memiliki akses memadai dan menjadi jalur penting bagi masyarakat, seperti pelajar dan petani,” jelasnya.

Pembangunan jembatan ini disambut positif oleh warga. Mereka berharap proyek tersebut dapat memberikan manfaat nyata, terutama dalam mempermudah mobilitas sehari-hari.

Salah satu warga Desa Bungkal, Hariyanto, mengaku sangat terbantu dengan adanya rencana pembangunan jembatan tersebut. Selama ini, warga mengalami kesulitan saat menyeberangi sungai, terutama saat musim hujan.
“Kalau musim hujan tidak bisa menyeberang karena banjir, jadi harus memutar jauh. Kadang juga jatuh karena jalan licin,” ungkapnya.

Ia berharap jembatan yang dibangun dapat menjadi solusi permanen bagi masyarakat di Desa Bungkal dan Desa Belang.

Selain itu, kegiatan ground breaking juga dirangkaikan dengan bakti sosial (baksos) berupa pembagian sembako kepada warga sekitar lokasi proyek. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Danrem 081/Dsj, Dandim 0802/Ponorogo, serta para tamu undangan. (Muh Nurcholis)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *