Kabel PLN Melintang Di Tengah Jalan Raya, Nyaris Tewaskan Pengendara Motor

643

dutapublik.com, KARAWANG – Kabel listrik hitam SR (Sekunder) milik PLN yang melintang di tengah jalan raya tepatnya di Dusun Kramatjaya RT 07/03, Desa Teluk Bango Kecamatan Batu Jaya, Kabupaten Karawang, nyaris merenggut jiwa pengguna kendaraan bermotor roda dua.

Seperti diungkapkan Jumar, selaku pengguna jalan bermotor roda dua, bahwa dirinya mengaku hampir menjadi korban kecelakaan akibat kabel yang melintang di jalan tersebut.

“Iya memang, saat saya sedang melintas dengan sepeda motor berboncengan dengan rekan sekitar jam 20.00 WIB, ada kabel yang melintang di tengah jalan  tingginya kurang lebih 1,5 meter, rekan saya kaget dan dengan reflek melakukan rem sepeda motor sambil teriak memberi isyarat agar nunduk, sambil teriak, awas kabel listrik, namun saya telat menundukkan kepala sehingga kabel listrik mengenai pipi kiri saya,” katanya kepada awak media ini Senin (9/5) di lokasi.

Sementara Abdurohim, warga setempat membenarkan, adanya kejadian kabel melingtan di jalan yang sangat membahayakan pengendara motor.

“Kabel yang melintang di tengah jalan sudah lama ada, kabel tersebut melintang di tengah jalan, di sisi yang lainnya hanya menggunakan sebatang bambu, karena bambu tersebut patah kemungkinan tertiup angin atau bambu tersebut sudah lapuk, hingga menjuntai di tengah jalan dan mengenai pengendara motor tersebut,” terang Abdul Rohim.

Ia berharap, dengan adanya  kejadian seperti ini, kabel listrik yang membentang di tengah jalan menggunakan bambu atau kayu untuk ditertibkan oleh pihak PLN.

Sedangkan petugas PLN yang datang ke lokasi kejadian terkesan tidak mau memberi keterangan terkait adanya pemasangan kabel dengan bambu, hanya memberikan sedikit keterangan, itu pun enggan memberikan namanya saat ditanya.

“Saya tidak tahu ada kabel sekunder melintang di jalan yang menggunakan sebatang bambu sebagai penyangganya,” ujarnya singkat. (Ray)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *