Kadis Kominfo Sulut Diduga Lakukan Intervensi, Minta Voucke Lontaan Mundur Dari Ketua PWI Sulut

152

dutapublik.com, SULUT – Konflik internal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara kian memanas. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sulut, Steven Liow, diduga melakukan intervensi dengan meminta Ketua PWI Sulut, Voucke Lontaan, mundur dari jabatannya.

Permintaan tersebut didasarkan pada rencana pengukuhan Vanny Laupatty sebagai Ketua PWI Sulut versi Konferensi Luar Biasa (KLB), yang disebut-sebut atas arahan Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE.

“Awalnya, Kepala Dinas Kominfo mengundang saya sebagai Ketua PWI Sulut untuk bertemu di salah satu ruangan Diskominfo, lantai V Kantor Gubernur Sulut. Di situ, Kadis menyampaikan maksud pertemuan dan meminta saya mundur satu langkah karena Pemprov akan segera mengukuhkan Vanny Laupatty sebagai Ketua PWI Sulut. Ia menyebut mendapat perintah untuk segera melantik ketua yang baru,” ungkap Voucke Lontaan kepada media.

Lebih lanjut, dalam pertemuan tersebut, Steven Liow disebut langsung menghubungi Vanny Laupatty melalui panggilan video. Dalam percakapan itu, Vanny mengaku bahwa pengukuhannya sebagai Ketua PWI Sulut merupakan perintah Gubernur.

“Ini perintah Gubernur. Kita kan tidak jadi Staf Khusus, jadi harus jadi Ketua PWI Sulut,” ujar Laupatty dalam panggilan video tersebut, Kamis (24/4/2025).

Steven juga menyebut informasi tersebut sebagai “info A1”. Namun, meski diminta mundur, Voucke Lontaan menolak permintaan tersebut secara tegas.

Yang menarik, Steven Liow juga diduga meminta Voucke agar tidak menanggapi konflik yang terjadi di tubuh PWI kabupaten/kota se-Sulut, alias diminta diam.

Merasa ada upaya intervensi, Voucke langsung melaporkan situasi tersebut kepada Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, yang kemudian menyampaikan pesan melalui WhatsApp kepada Gubernur Sulut:

“Selamat sore Pak Gubernur Yth.
Saya Hendry Ch Bangun, Ketua Umum PWI Pusat, ingin menyampaikan bahwa PWI Sulut yang sah dan legal adalah di bawah kepemimpinan Voucke Lontaan.
Saya berharap Pak Gubernur hanya mengakomodasi PWI Sulut yang sah, karena mereka telah ditetapkan oleh PWI Pusat dan memiliki SK dari Kemenkumham. Terima kasih.”

Pesan tersebut juga ditembuskan kepada Prof. Sufmi Dasco Ahmad dan Mayjen TNI (Purn) Musa Bangun.

Sementara itu, saat dikonfirmasi lewat WhatsApp beberapa jam setelah pertemuan, Steven Liow sempat meminta agar berita ini ditunda penayangannya.

“Ini bukan informasi A1. Jadi tahan dulu beritanya,” ujar Steven singkat. (Effendy)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *