Kakas Barat Optimalkan Gerakan Inovatif Daerah Untuk Percepatan Penanganan Stunting

112

dutapublik.com, MINAHASA – Camat Kakas Barat Ir. Jeanne Sumendap mendampingi Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Jhonny Tendean, AP, MAP dalam kegiatan Workshop Percepatan Penanganan Stunting Kecamatan Kakas Barat Tahun 2025, yang berlangsung di Balai Desa Panasen, Kecamatan Kakas Barat, Senin (6/10/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Dinas PPKB Minahasa, Buyung J. Manein, SST, memberikan arahan kepada para peserta terkait strategi penanganan stunting.

Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Minahasa melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Jhonny Tendean, AP, MAP yang juga menjabat sebagai Plt. Kadis Perpustakaan Kabupaten Minahasa, menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas terselenggaranya kegiatan workshop ini.

“Kegiatan ini sangat penting karena menyangkut masa depan generasi penerus bangsa, terutama anak-anak di Minahasa yang harus kita jaga agar tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas. Masalah stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga masalah pembangunan manusia,” ujarnya.

Menurutnya, anak yang mengalami stunting memiliki risiko terhadap perkembangan fungsi otak, rendahnya kemampuan belajar, dan produktivitas yang menurun saat dewasa. Oleh karena itu, penanganan stunting harus dilakukan secara lintas sektor, lintas program, dan berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui tim percepatan penurunan dan pencegahan stunting telah melaksanakan berbagai langkah strategis, termasuk meluncurkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang menjadi salah satu inovasi daerah.

“Gerakan ini memiliki landasan hukum melalui Keputusan Bupati Minahasa Nomor 311 Tahun 2025 tentang Tim Pengendali Gerakan Orang Tua Langsung Cerdas Hati Kabupaten Minahasa. Selain itu, melalui peran PAUD diharapkan dapat memberikan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu dan anak, terkait pencegahan stunting,” tuturnya.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, angka stunting di Kabupaten Minahasa menurun menjadi 19,4%, lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 19,8%. Tendean menyebutkan, capaian ini patut disyukuri karena menunjukkan perbaikan signifikan. Namun, ia menegaskan bahwa angka tersebut belum cukup.

“Kita harus bekerja lebih keras untuk mencapai target nasional sebesar 14% dan menuju Minahasa bebas stunting tahun 2045, demi mewujudkan generasi emas Minahasa yang sehat, cerdas, dan unggul,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya partisipasi seluruh unsur masyarakat, mulai dari pemerintah, swasta, akademisi, media, hingga masyarakat. Para hukum tua, tim penggerak PKK Desa, serta kader diharapkan meningkatkan kinerja dengan langkah-langkah strategis, antara lain; Melakukan identifikasi ulang database terkait di setiap desa, Melaksanakan konvergensi secara spesifik dan sensitif, Melibatkan tokoh agama dan masyarakat dalam sosialisasi dan Memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran.

Dalam triwulan terakhir tahun 2025, Tendean juga menegaskan pentingnya memaksimalkan penyerapan anggaran, terutama untuk program penanganan stunting, kesehatan ibu dan anak, sanitasi, serta pangan bergizi.

“Jangan ada lagi program yang tertunda karena administrasi atau koordinasi yang lambat. Kita harus bekerja cepat, tepat, dan terukur agar hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap Kecamatan Kakas Barat dapat menjadi model kecamatan bebas stunting di Minahasa, dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor antara tenaga kesehatan, PKK, dan pemerintah desa.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh peserta, tim penggerak PKK, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas PPKB, serta seluruh mitra kerja pembangunan dan masyarakat Kakas Barat,” tandasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini para peserta dari berbagai desa di Kecamatan Kakas Barat, insan pers, dan undangan lainnya. (Effendy)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *