Kapolda Riau Kerahkan 2 Kapal Polairud Untuk Solusi Keluhan Nelayan Bagansiapiapi

431

dutapublik.com, ROKAN HILIR – Keluhan para Nelayan terkait konflik di perairan Bagansiapiapi Rokan Hilir (Rohil), akhirnya mendapatkan respon langsung dari Kapolda Riau. Dua unit BKO (Bawah Kendali Operasi) kapal bantuan Polairud dari Dumai dan Pekanbaru dikerahkan langsung ke Bagansiapiapi, pada Rabu (13/10).

Dalam interaktifnya, masyarakat Rohil menyampaikan keluhannya kepada Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi yang didampingi Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto dan Bupati Afrizal Sintong, saat melakukan tatap muka dengan para Nelayan di Bagansiapiapi.

Setelah melakukan pemaparan terkait peningkatan perekonomian masyarakat Rohil, melalui sektor minyak bumi dan minyak nabati sawit, Kapolda memberikan kesempatan kepada para Nelayan untuk menyampaikan pendapat ataupun keluhan.

Baca Juga:  Piket Polsek Lemahabang Polres Karawang Polda Jabar ATM Center

Salah satu perwakilan Nelayan dalam kesempatan itu menyampaikan keluhan tentang adanya konflik di perairan Bagansiapiapi.

“Kami di sini mengalami kesulitan Bapak Kapolda, terutama terkait Nelayan dari luar wilayah Bagansiapiapi yang datang menggunakan alat-alat yang dilarang, seperti Pukat Harimau Mini yang bisa merusak ekosistem perairan di dini, ujung-ujungnya kami kesulitan mendapatkan ikan. Belum lagi kapal-kapal besar dan canggih dari wilayah Malaysia,” keluhnya, kepada Kapolda Riau.

Mendengar keluhan tersebut, Kapolda Riau langsung menginformasikan bahwa Polda Riau langsung mengerahkan 2 Kapal Polairud untuk memback-up Satpolairud Rohil dalam pengamanan di perairan Bagansiapiapi.

Baca Juga:  Kapolsek Lemahabang Santuni Yatim Piatu

“Masyarakat ini terkendala dengan masih banyaknya kapal-kapal yang dari luar dan kemudian melakukan penangkapan dengan menggunakan jaring yang tidak sesuai. Untuk itu menjadi perhatian kita, untuk kita selesaikan bersama KKP dan stake holder yang lain.”

“Dan hari ini kita menggeser dua kapal dari Dumai dan Pekanbaru untuk kita BKO kan ke Bagansiapiapi ini agar supaya persoalan ini selesai,” tegas Agung.

Agung berharap, dengan pengerahan dua kapal itu pengawasan di wilayah perairan Bagansiapiapi dapat dilaksanakan lebih maksimal, juga menjaga para Nelayan dapat mencari ikan dengan rasa aman dan nyaman. (erick)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *